• Senin, 15 Agustus 2022

Protes PPDB SMAN Jalur Zonasi, Puluhan Wali Murid Geruduk Kantor Cabdindik Madiun

- Senin, 4 Juli 2022 | 19:08 WIB
Kepala Cabang Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Madiun, Supardi bersama Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, Istono didampingi Sudarjono, anggota DPRD saat menemui wali murid, Senin (4/7).
Kepala Cabang Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Madiun, Supardi bersama Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, Istono didampingi Sudarjono, anggota DPRD saat menemui wali murid, Senin (4/7).

Madiun, koranmemo.com - Puluhan wali murid menggeruduk kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Madiun, Senin (4/7/2022).

Mereka memprotes sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri jalur zonasi.

Rahardian, salah satu wali murid asal Kelurahan Sukosari, Kecamatan Kartoharjo mengungkapkan, datang ke kantor Cabdindik wilayah Madiun, untuk meminta penjelasan kepada pantia PPDB, mengenai warga Kota Madiun yang justru terpental saat mendaftarkan di sekolah terdekat, melalui jalur zonasi. Padahal jarak rumah ke sekolah kurang dari 800 meter.

"Maksud saya kesini mau mencari penjelasan, kenapa kita warga kota tidak bisa masuk sekolah yang zonasi di Kota. Padahal tahun lalu jarak 1,2 km bisa diterima. Sedangkan anak saya bertempat tinggal kurang dari 800 meter dari sekolah, tidak bisa masuk," katanya.

Baca Juga: Cek Hewan Kurban, Ini Temuan Petugas DKPP Kota Madiun

Kecurigaannya pun mengerucut pada pada penyalahgunaan wewenang di beberapa tempat. Mulai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) terkait pendataan keluarga pindah. Hingga pihak sekolah yang dinilai tidak jeli dalam penginputan data, sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Padahal dalam aturan, KK harus ikut dengan orang tua. Dari pihak Cabdindik juga gitu, tidak ada kontrol terhadap data yang dimasukkan oleh pihak sekolah, sehingga terjadi seperti ini," papar Rahardian.

Di hadapkan persoalan itu Kepala Cabdindik Jatim wilayah Madiun, Supardi mengaku belum bisa mengambil langkah selanjutnya.

Sehingga wali murid dan siswa yang mengadu hanya didata nama dan nomor handphone saja.

Baca Juga: Dua Karyawan PG Rejo Agung Baru Tewas, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun Belum Beri Santunan?

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X