• Senin, 15 Agustus 2022

Konflik Tenurial Kawasan Hutan Membelit 3 Desa di Kota Batu

- Selasa, 5 Juli 2022 | 16:03 WIB
Lahan pertanian di kawasan Sumberbrabtas yang menjadi salah satu obyek sengketa lahan. (istimewa)
Lahan pertanian di kawasan Sumberbrabtas yang menjadi salah satu obyek sengketa lahan. (istimewa)

 

Batu, koranmemo.com - Kota Batu memiliki luas wilayah hampir 20 ribu hectare, dan mayoritas wilayahnya dikelilingi kawasan hutan sebesar 55 persen dari luas keseluruhan.

Berkaitan dengan hal itu, banyak permasalahan tenurial seiring kebutuhan ruang permukiman maupun pertanian di wilayah Kota Batu.

Bahkan, konflik sengketa agraria maupun konflik tenurial di kawasan hutan rentan terjadi di Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Mengingat wilayah Kecamatan Bumiaji Kota Batu bersinggungan langsung dengan hutan.

Baca Juga: Puncak HUT ke-76 Bhayangkara, Kapolres Kediri Siap Dikritik Demi Pelayanan yang Baik kepada Masyarakat

Sengketa lahan penggunaan lahan hutan dialami warga di Desa Tulungrejo,Desa Sumbergondo maupun Desa Sumber Brantas.

Sekian lama para warga menempati lahan hutan yang diklaim milik penguasaan Perhutani.

Seperti di Dusun Lemah Putih Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Sebanyak 300 warga menempati lahan kawasan hutan seluas 9,79 hektare.

Mereka memanfaatkan lahan yang diklaim milik Perhutani itu, untuk pertanian maupun permukiman.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rp 35 Miliar untuk Empat PSD 2023 Kota Batu

Jumat, 12 Agustus 2022 | 14:54 WIB

KPU Kota Batu Mengeluh Tak Miliki Gudang

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:32 WIB
X