• Senin, 15 Agustus 2022

Inalillahi, Dua PMI asal Blitar Meninggal di Hongkong: Diduga Ini Penyebabnya

- Selasa, 5 Juli 2022 | 19:29 WIB
Suasana rumah duka Siti Maslikah di Talun usai menerima jenazah. (Ist)
Suasana rumah duka Siti Maslikah di Talun usai menerima jenazah. (Ist)

Blitar, koranmemo.com - Dua pahlawan devisa asal Bumi Penataran, sebutan Kabupaten Blitar meninggal dunia ketika berada di perantauan. Keduanya meninggal karena sakit.

Kepastian itu diungkapkan Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kabupaten Blitar, Yopie Kharisma Sanusi. Dia mengatakan dua pekerja migran atau PMI itu meninggal di Hongkong. "Iya kami menerima kabar ada dua PMI yang meninggal dunia ketika di luar negeri. Diketahui penyebabnya karena sakit," katanya, Selasa (4/7).

Yopie mengatakan berdasarkan laporan dua PMI yang meninggal itu atas nama Kalis Idawati (47) warga Wlingi, dan Siti Maslikah (61) warga Talun. Keduanya selama merengkuh uang di Hongkong. Sementara pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga atau ART. Hanya saja berdasarkan laporan dari KBRI, keduanya bekerja di lokasi berbeda dan majikan yang beda.

Baca Juga: BNNK Imbau Orang Tua Awasi Anak di Masa Libur Sekolah

Baca Juga: Antisipasi Wabah PMK, Ini Yang Dilakukan Pemkab Ngawi di Exit Tol

Baca Juga: Ratusan Pedagang Pasar Di-SP-3, Ini Alasan Pemkot Madiun

"Kebetulan keduanya warga Kabupaten Blitar. Sebenarnya ada tiga yang meninggal, tetapi satunya warga Ponorogo. Dan kebetulan kargo jenazahnya juga sama di Jawa Timur," jelasnya.

Yopie menambahkan berdasarkan laporan dan data yang masuk, dua PMI asal Blitar sebenarnya meninggal bulan lalu. Tepatnya pada akhir Mei lalu. Pasca meninggal majikan langsung koordinasi dengan KBRI. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya baru bisa dipulangkan pada rumah duka Sabtu malam (2/7) lalu. "Majikan langsung koordinasi. Begitu ada kejelasan tiba di Blitar , kami langsung memfasilitasi hingga sampai ke rumah duka," kata pria ramah ini.

Karena berangkat sesuai prosedur atau legal, pihaknya juga terus koordinasi dengan instansi terkait. Termasuk di antaranya dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI di Hongkong. Karena legal, tentu ada hak jenazah yang nantinya bakal diberikan. "Mudah-mudahan administrasi beres sehingga hak pekerja bisa segera cair secepatnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi PMI yang meninggal di luar negeri," katanya.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPNT Dua Bulan Belum Cair, KPM di Blitar Resah

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:30 WIB

Bawaslu Pastikan Jajarannya Tak Terindikasi Parpol

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:44 WIB

Pemkot Blitar Matangkan Konsep Kota Cagar Budaya

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:59 WIB
X