• Senin, 26 September 2022

Benteng Pendem Ngawi Dapat Jadi Wisata Pendidikan Sejarah, Kulturalnya Tetap Terjaga Lho…

- Kamis, 28 Juli 2022 | 21:07 WIB
Bangunan Bentang Pendem tampak kinclong setelah dilakukan rehabilitasi. (dok. kementerianpupr)
Bangunan Bentang Pendem tampak kinclong setelah dilakukan rehabilitasi. (dok. kementerianpupr)

Ngawi, koranmemo.com - Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi bangunan pada Kawasan Pusaka Benteng Van den Bosch atau Benteng Pendem di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

Rehabilitasi Benteng Pendem dilakukan demi menjaga kelestarian bangunan cagar budaya yang dibangun tahun 1840-an sekaligus meningkatkan potensi pariwisata di Kabupaten Ngawi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi Benteng Pendem ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Benteng Pendem pada 1 Februari 2019.

"Karena kawasan Benteng Pendem ini merupakan cagar budaya, penataannya harus dilakukan secara hati-hati agar nilai kulturalnya tetap terjaga," kata Menteri Basuki.

Baca Juga: Tiga Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Terima 64 Program RTLH, Ini Daftarnya

Kepala Balai Besar Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur M. Reva Sastrodiningrat mengatakan, saat ini pekerjaan revitalisasi Benteng Pendem sudah hampir 92 persen.

Seluruh pekerjaan pada bangunan utama Benteng Pendem sudah hampir selesai dan tinggal penyelesaian pekerjaan bangunan tambahan.

"Sisa pekerjaan yakni pembangunan lima toilet umum, jalur pedestrian sekitar kawasan yang bisa dimanfaatkan juga untuk joging, dan pekerjaan lansekap,” katanya.

“Target tuntas 100 persen Benteng Pendem akhir Desember 2022, lebih cepat dari rencana kontrak selesai pada Januari 2023," kata Reva.

Baca Juga: KPU Jombang Tolak Pendaftaran dengan Hardcopy Berkas, Ini Sistemnya

Selain itu, Reva juga menyebutkan akan meningkatkan penghijauan di  kawasan Benteng Pendem dengan tetap berkoordinasi bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jatim.

"Ke depannya diharapkan dapat dijadikan wisata edukasi sejarah cagar budaya yang dilengkapi dengan papan informasi penjelasan pada setiap sudut ruangannya," katanya, seperti dikutip dari www.kementerianpupr.go.id, Kamis (28/7).

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, sangat bersyukur dan berterima kasih atas rehabilitasi Benteng Pendem yang dilaksanakan Kementerian PUPR atas instruksi Presiden Jokowi.

"Mudah-mudahan dapat menjadi salah satu ikon cagar budaya di Ngawi dalam rangka mengedukasi sejarah kepada masyarakat, terutama terkait perlawanan pejuang bangsa Indonesia dalam mengalahkan penjajah," ujar  Ony.

Baca Juga: Pengunjung JKF Capai 20 Ribu Orang, Omzet UMKM Batu Tembus Rp 3 Juta Perhari

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jatim Andi Muhammad Said memastikan bahwa rehabilitasi Benteng Pendem yang dilakukan dilakukan sesuai aturan pemeliharaan cagar budaya.

Di antaranya mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan termasuk pengaturan drainase yang secara teknis juga peninggalan Belanda.

"Terkait dengan penghijauan, ada beberapa yang harus diperhatikan terutama jenis tanaman yang akan ditanam apakah akarnya  dapat berpotensi merusak bangunan sekitar. Juga diutamakan harus jenis tanaman endemik atau tanaman asli yang sudah ada di sini," ujar Said.

Rehabilitasi Benteng Pendem Ngawi mulai dikerjakan sejak 10 Desember 2020 dengan melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tingkat Pengangguran Terbuka di Ngawi Capai 21.216 Orang

Jumat, 23 September 2022 | 18:16 WIB

Wow, Pengecatan Gading Tugu Kartonyono Telan Rp 120 Juta

Senin, 19 September 2022 | 18:39 WIB

Terkait Pembunuhan Sadis Ayah di Ngawi, Ini Kata Polisi

Selasa, 13 September 2022 | 19:49 WIB

Polres Ngawi Gagalkan Penyelundupan Pupuk Bersubsidi

Kamis, 8 September 2022 | 15:42 WIB

Tarif Angkot di Ngawi Belum Naik

Kamis, 8 September 2022 | 15:40 WIB
X