Di Jatim Marak Kasus Pencabulan, Ini Yang Dilakukan Polres Pasuruan

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 11:46 WIB
Di akhir acara pemasangan rompi kepada satu persatu anggota Satgas PPA oleh Kapolres Pasuruan  (Lalang/Memo)
Di akhir acara pemasangan rompi kepada satu persatu anggota Satgas PPA oleh Kapolres Pasuruan (Lalang/Memo)

Pasuruan, koranmemo.com - Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si. didampingi Kadin P3A P2KB Kabupaten Pasuruan memimpin kegiatan Pembentukan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Pasuruan, di ruang Rupatama Polres Pasuruan, Senin (01/08).

Pembentukan Satgas PPA dilakukan dalam rangka mencegah dan menangani maraknya kasus pencabulan yang terjadi pada anak dibawah umur (di bawah usia 18 tahun).

"Adapun kegiatan ini dilakukan guna menindak lanjuti pesan dari Kapolda Jatim dan intruksi dari Presiden RI terkait tingginya kasus kekerasan seksual kepada perempuan dan anak," ujar Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si. dalam sambutannya.

Baca Juga: PT KAI Buka Rekrutmen untuk Berbagai Formasi, Awas…! Janji Palsu atau Penipuan

"Kami mengundang masing masing pihak terutama Dinas terkait dan pemerhati anak untuk membentuk satgas perlindungan perempuan dan anak atau disingkat PPA ini, Kita memberikan akses dan membuka peluang untuk para korban agar mau melaporkan apa yang telah dialaminya, kita juga berusaha mencegah terjadinya kasus kekerasan pada perempuan dan anak," sambung Kapolres.

Dari beberapa fakta kasus yang terjadi terkait kejahatan seksual, kebanyakan pelaku berasal dari orang dekat korban, keluarga dan pemuka Agama.

Kapolres Pasuruan berpesan apabila ada kasus kekerasan perempuan dan anak, maka kita semua harus segera tanggap dan segera melaporkan kepada Satgas PPA terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, agar kasus segera tertangani dan pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai undang-undang yang berlaku.

Baca Juga: Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Mata Uang Kripto yang Semakin Banyak Diminati

"Lakukan pembentukan satgas perlindungan perempuan dan anak di masing-masing wilayah sesuai dengan TR Kapolda Jatim nomor : STR/ 881/ VII/ PAM 3.3/ 2022 tanggal 20 Juli 2022 tentang pembentukan satgas perlindungan perempuan dan anak guna mencegah dan menangani kasus pencabulan," ucap Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo dalam paparannya.

"Belakangan ini di Jawa Timur banyak terjadi aksi pencabulan khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan, maka dari itu perempuan dan anak korban kekerasan harus mendapatkan perhatian, baik aduan, pelayanan kesehatan, bantuan hukum, rehabilitasi sosial dan reibtregasi sosial," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X