• Kamis, 1 Desember 2022

Puncak Musim Kemarau Jawa Timur Rata-rata Agustus, Kabupaten Ponorogo Tidak, Kok Bisa?

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:13 WIB
Anggota BPBD Kabupaten Ponorogo saat melakukan dropping air bersih
Anggota BPBD Kabupaten Ponorogo saat melakukan dropping air bersih

 

Ponorogo, koranmemo.com - Memasuki musim kekeringan BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan pemetaan terhap sejumlah desa yang sering mengalami krisis air bersih.

Pemetaan terhadap sejumlah desa yang sering krisis air bersih itu untuk menentukan skema dropping air bersih bagi warga yang membutuhkan.

Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto mengatakan, puncak kekeringan di Jawa Timur bakal terjadi pada Agustus ini. Namun Kabupaten Ponorogo tidak dan diprediksi puncak kekeringan pada September mendatang.

"Jawa Timur mayoritas puncak kekeringan pada Agustus ini. Sementara Ponorogo dan dua kabupaten lainnya puncaknya pada September," ungkap Jamus Kunto, kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, ini Kandidat Terkuat Calon Wali Kota Batu

Jika berkaca pada tahun 2017, di Ponorogo terdapat sembilan desa yang terdampak kekeringan. Kemudian turun menjadi enam desa pada 2018.

Berlanjut tahun 2019 dan tahun 2020 tetap enam desa di Ponorogo yang krisis air bersih. Sedangkan pada tahun 2021 tinggal tiga desa yang terdampak kekeringan.

"Memang trendnya sudah menurun. Kalau tahun 2022 ini kemungkinan hanya dua, yakni Desa Duri dan Desa Mlarak," ungkapnya.

Karena itu, Jamus Kunto sudah menyiapkan tiga buah tangki berukuran raksasa dengan kapasitas 5.000 - 6000 liter air bersih. Dengan intensitas dropping dua hingga tiga kali dalam seminggu untuk satu desa.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X