Sopir Bus dan Angkot di Trenggalek Keluhkan Sepi Penumpang Imbas Kenaikan Harga BBM

- Senin, 12 September 2022 | 16:56 WIB
Beberapa kendaraan tengah mengantre sebelum berangkat. (angga/memo)
Beberapa kendaraan tengah mengantre sebelum berangkat. (angga/memo)

Trenggalek, koranmemo.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dikeluhkan sejumlah sopir bus dan angkutan umum lainnya di Kabupaten Trenggalek.

Para supir bus dan angkutan umum di Kabupaten Trenggalek menilai, kondisi naiknya harga BBM berdampak pada sepinya penumpang.

Penurunan penumpang di Kabupaten Trenggalek pasca kenaikan harga BBM itu tembus hingga 50 persen. Wow…

“Biasanya berangkat dari Trenggalek kursi penuh, tapi sekarang cuma setengahnya saja,” kata Imam Hudi, sopir angkot dengan trayek Trenggalek – Panggul, Senin (12/9).

Baca Juga: Kominfo Trenggalek Bentuk Komite Komunikasi Digital

Dia mengaku, untuk menyiasati agar tidak merugi akibat naiknya harga BBM, para sopir ini menaikkan tarif angkot Rp 5 ribu.

Namun kenaikan tarif angkot tersebut berimbas pada minat atau menurunnya penggunaan jasa angkutan umum dalam kota itu.

“Biasanya tarif Trenggalek – Panggul Rp 30 ribu, sekarang naik Rp 5 ribu menjadi Rp 35 ribu,” ungkapnya.

Kondisi serupa disampaikan beberapa sopir angkutan umum di Terminal Bus Surodakan Trenggalek.

Baca Juga: Bawaslu Ponorogo Ingatkan Kades dan Perangkat Desa Harus Netral di Pemilu 2024

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X