Polres Magetan Bekuk Komplotan Pengedar Pupuk Palsu

- Kamis, 15 September 2022 | 15:45 WIB
Polres Magetan tunjukkan tersangka dan barang bukti pupuk palsu dalam konferensi pers.  (norik/memo)
Polres Magetan tunjukkan tersangka dan barang bukti pupuk palsu dalam konferensi pers. (norik/memo)

Magetan, koranmemo.com - Polres Magetan membekuk komplotan pengedar pupuk palsu yang didatangkan dari Mojokerto.

Anggota komplotan pengedar pupuk palsu yang ditangkap Polres Magetan itu salah satunya warga Kabupaten Magetan, SR (36) asal Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo.

Sedangkan dua anggota komplotan pengedar pupuk palsu yang dibekuk Polres Magetan, berasal dari Kabupaten Mojokerto, yakni MZ (39) dan UHS (49) keduanya warga Kelurahan Sumbertanggul Kecamatan Mojosari.

Ketiganya dibekuk personel Polres Magetan di area pesawahan Dusun Ngrini Desa Banyudono Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan, berikut barang bukti 50 karung berisi pupuk palsu dengan total 2.500 kilogram, pada 21 Agustus 2022 lalu.

Baca Juga: Sembilan Nama Bakal Diusulkan Sebagai Pj Wali Kota Batu 

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan mengungkapkan, komplotan pengedar pupuk palsu tersebut mendatangkan pupuk palsu dari Kabupaten Mojokerto yang akan diedarkan di wilayah Kabupaten Magetan.

”Ini sangat merugikan sekali bagi masyarakat terutama para petani di saat mereka butuh pupuk untuk tanamannya,” kata Kapolres Magetan, Kamis (15/9/2022).

Untuk memastikan puluhan karung pupuk tersebut palsu, lanjut AKBP Muhammad Ridwan, Polres Magetan meminta keterangan ahli dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.
”Kami sudah melakukan koordinasi pihak Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dan dipastikan bahwa itu palsu,” tegasnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Bandung Terbaru 2022, Dijamin Bakal Ketagihan!

Atas perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 62 ayat 1 UURI Nomor 8 tahun 1999, Pasal 122 UU Nomor 22 tahun 2019 serta Pasal 113 UURI Nomor 7 tahun 2014.
“Dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar,” pungkas Kapolres Magetan.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pilkades Serentak 2023, Magetan Kembali Pakai E-Voting

Selasa, 8 November 2022 | 20:04 WIB
X