• Kamis, 1 Desember 2022

Meninggalnya Santri Gontor Ponorogo Karena Kekerasan, Wagub: Korban Harus Berani Speak Up

- Minggu, 18 September 2022 | 17:48 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak saat melakukan kunjungan kerja ke Ponorogo
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak saat melakukan kunjungan kerja ke Ponorogo

Ponorogo, koranmemo.com - Kasus meninggalnya Albar Mahdi (17) santri Ponpes Darussalam Gontor Ponorogo menyita perhatian semua pihak.

Tak terkecuali Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elistianto Dardak yang juga perhatian terhadap meninggalnya Albar Mahdi.

Menurut Emil Elestianto Dardak, siapapun yang menjadi korban kekerasan di lembaga pendidikan atau apapun harus berani angkat bicara (speak up).

Selain itu, para orang tua atau masyarakat juga harus peka terhadap korban yang berani speak up terhadap tindakan kekerasan yang dialami oleh korban.

Baca Juga: Polres Madiun Olahraga Bersama Pelajar, Meriahkan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-67

"Ini juga harus ada peran masyarakat. Jika memang ada korban berani menyuarakan, jangan-jangan sebenarnya ada korban tidak berani menyampaikan pendapat," ungkap Emil Dardak, Minggu (18/9/2022).

Suami Arumi Bachsin ini juga mengatakan bahwa di dunia pendidikan, baik itu negeri, swasta, boarding school sampai pondok pesantren (Ponpes), harus bersih dari tindak kekerasan.

Sebab tindakan kekerasan akan mempengaruhi mental sang anak di masa depan. Oleh sebab itu semua siswa atau anak harus berani speak up jika mengalami tindakan kekerasan.

"Semua lembaga pendidikan harus kami jaga, rawat dan jauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan," imbuh Emil Dardak.

Baca Juga: Muryani, Lulusan SD Mampu Produksi BBM Alternatif Berbahan Dasar Sampah Plastik

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X