Bibir Pantai di Tulungagung Dihiasi Sampah, Ternyata Ini Asalnya

- Senin, 19 September 2022 | 19:10 WIB
Terlihat para relawan dan masyarakat pesisir saat membersihkan sampah di pantai-pantai Tulungagung. (isal/memo)
Terlihat para relawan dan masyarakat pesisir saat membersihkan sampah di pantai-pantai Tulungagung. (isal/memo)

Tulungagung, koranmemo.com - Permasalahan sampah yang menghiasi bibir pantai di Tulungagung terus saja terjadi.

Diketahui, tumpukan sampah tersebut merupakan sampah kiriman dari Terowongan Niyama.

Bahkan kiriman sampah akan semakin banyak saat memasuki musim hujan.

Salah seorang warga di Pantai Klathak, Poniran mengatakan, jika selama ini sampah jenis organik maupun non-organik memang selalu menghiasi bibir pantai di Tulungagung terutama Pantai Klathak.

Terdapat beberapa faktor penyebab adanya sampah-sampah yang menghiasi bibir pantai di Tulungagung yang mana tergantung jenis sampahnya sendiri.

Baca Juga: Bawa Jenazah ke Ponorogo, Ambulans Ditabrak Bus Sugeng Rahayu di Madiun

Untuk sampah berupa potongan ranting maupun kayu, dimungkinkan sampah tersebut berasal dari hutan di sekitaran pantai. Sedangkan apabila sampah itu sampah plastik, bisa dikatakan sampah tersebut merupakan kiriman dari Terowongan Niyama.

"Rata-rata sampah di bibir pantai itu berupa sampah plastik dan potongan kayu atau ranting. Sampah plastik itu kebayakan dari niyama, bisa sampah plastik bisa juga enceng gondok," kata Poniran, Senin (19/9).

Penumpukan sampah tersebut, jelas Poniran, paling parah biasa terjadi selama musim hujan. Pasalnya, saat itu sering kali bendungan pada Terowongan Niyama dibuka lantaran debit air yang sudah tinggi.

Hal itu pada akhirnya membuat sampah-sampah yang terkumpul di Terowongan Niyama akan secara otomatis terbawa arus hingga berakhir di bibir pantai. Menurut Poniran, demi mengatasi permasalahan tersebut, selama ini masyarakat setempat selalu melakukan pengelolaan dan pembersihan sampah tersebut secara mandiri. Pihaknya sendiri memanfaatkan uang parkir wisatawan untuk nantinya digunakan untuk menyewa mobil untuk mengangkut sampah tersebut. "Kalau sampah dari sini hanya sebagian kecil saja. Upayanya seperti kerja bakti baik dari masyarakat, relawan bahkan hingga wisatawan," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X