• Kamis, 1 Desember 2022

Peringati HSN, BPS Kota Kediri Berdayakan Masyarakat Kelola Tanaman Agribisnis

- Senin, 26 September 2022 | 22:22 WIB
Peringati HSN, BPS Kota Kediri Berdayakan Masyarakat Kelola Tanaman Agribisnis
Peringati HSN, BPS Kota Kediri Berdayakan Masyarakat Kelola Tanaman Agribisnis

Kediri, koranmemo.com - Peringati Hari Statistik Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 26 September serta menyongsong Sensus Pertanian 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri punya cara tersendiri untuk memperingatinya.

BPS turun tangan mengajak Kelompok Wanita Tani (KWT) Bangun Sejahtera Kelurahan Burengan untuk menanam 1000 bibit cabai sumbangan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri di Kampung Agribisnis. Menurut Lilik Wibawati, Kepala BPS Kota Kediri, kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk mengikuti arahan Menko Kemaritiman dan Investasi agar memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman pertanian.

Menurutnya, fenomena kenaikan harga komoditas cabai saat ini salah satunya disebabkan karena minimnya pasokan cabai, sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan semua masyarakat. Oleh sebab itu, melalui kegiatan yang bertajuk Statistik Berkualitas, Bangsa Sejahtera tersebut, Lilik mengajak kepada semua masyarakat untuk menumbuhkan gerakan menanam tanaman pertanian di pekarangan rumah. Ia berharap melalui Sensus Pertanian, data yang tersaji dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan petani. Guna mendukung kesuksesan program tersebut pihaknya terus meningkatkan kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Kominfo, serta TPID Kota Kediri.

Baca Juga: Aksi Brutal Diduga Oknum Pendekar, Sejumlah Warga Kauman Jadi Korban Hingga Masuk RS

Pada kesempatan yang sama, Moh Ridwan, Kepala DKPP Kota Kediri menyatakan pihaknya sangat mendukung Sensus Pertanian yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tahun 2023 mendatang. Dirinya berharap agar hasil sensus yang didapat bisa menjadi bahan evaluasi Pemkot Kediri sebagai acuan penyelenggaraan kegiatan maupun penyusunan kebijakan di masa mendatang. “Pada kegiatan ini, melalui penyuluh lapangan kami berperan mengedukasi anggota KWT tentang bagaimana cara melakukan kegiatan pertanian yang baik, agar nanti hasil panennya memuaskan,” terang Ridwan. Ia mengucapkan terima kasih kepada BPS Kota Kediri serta berharap agar bibit-bibit tanaman tersebut bisa bermanfaat bagi KWT Bangun Sejahtera di Burengan dan untuk masyarakat setempat.

Guna mengoptimalkan kegiatan Sensus Pertanian serta menciptakan gerakan menanam tanaman hortikultura di pekarangan rumah, Pemkot Kediri melalui Dinas Kominfo bertanggungjawab untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat melalui sajian berita dan informasi yang diproduksi. “Peran Dinas Kominfo terkait dengan pemberdayaan masyarakat, yakni menginformasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu di Burengan ada kelompok yang mengelola budidaya pertanian,” jelas Apip Permana, kepala Dinas Kominfo Kota Kediri.

Di samping itu Dinas Kominfo berperan dalam memberikan informasi bahwa masyarakat harusnya berdaya dalam mengelola ekonomi melalui kelompok usaha, pertanian. Melalui informasi yang diproduksi, Apip ingin memberikan gambaran contoh kegiatan produktif yang dapat menginspirasi warga lainnya. “Harapannya segera dicontoh warga lain agar bisa memanfaatkan lahan sempit untuk menanam tanaman pangan dan hortikultura,” pungkasnya.

Baca Juga: Dua Desa di Kabupaten Kediri Jadi Proyek Percontohan Desa Ramah Perlindungan Perempuan dan Anak

Adi Sutrisno, Lurah Burengan menjelaskan bahwa lahan yang kini disulap menjadi Kampung Agribisnis tersebut merupakan tanah aset Pemkot Kediri yang dikelola KWT Bangun Sejahtera. “Kita gandeng, kita ajak kolaborasi dengan branding kampung keren kampung agribisnis,” ujarnya. Hasil pertanian yang diproduksi, lanjut Adi dikelola oleh anggota KWT untuk kemudian dipasarkan secara online maupun offline. “Kita punya akun Instagram @Bestfarm yang menjual hasil pertanian di sini, kemudian via langsung ke Jalan Dhoho saat car free day,” ungkapnya.

Supiyah, Ketua KWT Bangun Sejahtera mengungkapkan saat ini anggota yang tergabung ke dalam kelompok tani tersebut sebanyak tiga puluh orang dan berasal dari kalangan Ibu Rumah Tangga. Ia juga menguraikan rutinitas yang dilakukan KWT Bangun Sejahtera yakni mulai dari menyemai, mencabut rumput, membuat bedeng, hingga menyirami seluruh tanaman. Melalui pemanfaatan lahan seluas 90 ru tersebut, dirinya berharap bisa memenuhi kebutuhan sayur masyarakat sekitar terutama lansia dan balita. “Saya bersyukur dan berterima kasih karena semua ini didukung pihak kelurahan, kebutuhan juga dicukupi. Alhamdulillah bisa bermanfaat bagi warga,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Kediri Dorong Anak Muda Cakap Digital

Selasa, 29 November 2022 | 18:55 WIB
X