• Kamis, 8 Desember 2022

Kena Bacok: Bapak, Istri dan Anak Perempuan di Jombang Jadi Korban Aksi Brutal Pendekar Silat 

- Selasa, 27 September 2022 | 18:39 WIB
Ilustrasi Pembacokan (Istimewa)
Ilustrasi Pembacokan (Istimewa)

Jombang, koranmemo.com - Sejumlah korban aksi kasus pengeroyokan kebrutalan sekelompok oknum pendekar perguruan silat di lokasi Desa Kauman Kecamatan Kabuh masih satu keluarga.

Hal itu disampaikan langsung oleh Rianto, Kepala Desa Kauman, bahwa keempat korban peristiwa kejadian itu dialami keluarga bapak Slamet beserta tetangganya yang diduga ikut membantu korban ketika terkena benda tajam akibat amukan para pendekar silat asal Jombang sesuai mengikuti kegiatan acara di Sendang Made.

"Korbannya ada 4 orang. Ketiga korban ini warga saya sendiri masih satu keluarga, bapak, istri dan anak perempuannya, sudah melapor ke polisi. Satu orang korban mengalami luka ringan adalah tetangganya," ucap Rianto saat dihubungi wartawan, Selasa (27/9) siang.

Baca Juga: Gegara Nongkrong di Warkop hingga Tertidur, Ponsel Diembat Pencuri, Pelaku Sembunyi di Surabaya

Kades Kauman memaparkan, bahwa warganya yang menjadi korban itu masih satu keluarga, yakni Bapak M Slamet (49), beserta istrinya bernama Yunita (32) dan juga putrinya, Abel Agustin (17). Sedangkan korban satunya lagi ini adalah Hengki Prasetyo Budi (26) tetangga pak Slamet, semuanya warga Dusun/Desa Kauman.

Rianto juga menceritakan, kasus pengeroyokan aksi pendekar ke warganya ini bermula pesilat yang tengah berkonvoi, dan melintas depan warung Bapak Slamet. Para pendekar ini dari informasinya habis mengikuti acara di Sendang Made.

Kemudian, puluhan pendekar ini kembali menyasar warung Slamet dan istrinya. Namun, sesampainya sekelompok pendekar tiba warung ini saat keempat korban hendak berbenah untuk tutup. Tanpa segaja sejumlah oknum yang diduga tersinggung langsung menyerang pemilik warung.

Baca Juga: Sketsa Wajah Balita Tewas di Jombang Disebar, Visum Luar Mengarah pada Tindak Kekerasan

"Korban sudah mengalami penganiayaan hingga alami luka robek di kepala bagian kiri, robek pada kepala bagian belakang dan robek pada punggung diduga akibat sabetan senjata tajam," terangnya.

Sedangkan untuk korban lainnya, saudara Hengki, menderita luka sobek pada pelipis bagian kiri, karena kalah jumlah saat dipukuli. Dan anak korban yang perempuan ini diduga alami dilempar pakai batu hingga pingsan, dan istri korban dipukul pakai bambu.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X