• Sabtu, 10 Desember 2022

Jejak Terakhir Pelarian Gembong PKI Musso di Ponorogo, Jasadnya Sempat Dipamerkan Setelah Adu Tembak

- Jumat, 30 September 2022 | 14:56 WIB
Batu yang digunakan untuk memamerkan jasad Musso setelah tewas tertembak
Batu yang digunakan untuk memamerkan jasad Musso setelah tewas tertembak

 

Ponorogo, koranmemo.com - Tak banyak orang mengetahui bahwa Kabupaten Ponorogo menjadi tempat pelarian terakhir salah satu gembong PKI pada masa itu yakni Musso.

Pria bernama lengkap Musso Manowar tersebut tewas setelah peluru tentara Siliwangi menembus dadanya

Hingga kini jejak sejarah itu masih ada, dimana setelah tewas tertembak, pada 31 oktober 1948, kemudian jasad Musso dibawa ke Rumah Sakit darurat yang sekarang menjadi SMPN 1 Ponorogo, dijalan HOS Cokroaminoto, Ponorogo.

Baca Juga: Pemkab Ponorogo Buka 728 Formasi PPPK Tahun 2022, Simak Ini Rinciannya

Karena dianggap salah satu gembong PKI, jasad Musso lalu diletakkan di sebuah batu, hal itu dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Musso telah tewas.

"Memang benar bahwa ada batu yang digunakan untuk menaruh jasad Musso setelah tertembak di Semanding," ungkap Sumarto salah satu mantan guru SMPN 1 Ponorogo, Jumat (30/9/2022)

Sumarto melanjutkan sebelum tewas tertembak, Musso memang sengaja melakukan pelarian ke daerah Ponorogo.

Di dalam perjalanan menuju ke wilayah Kecamatan Kauman, Musso lalu berhenti tepat di depan rumah mbah Sidik, karena melihat ada patroli pasukan Siliwangi.

Baca Juga: Gaet Wisatawan, Trenggalek Poles Sektor Pariwisata hingga Tingkat Desa

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X