• Sabtu, 26 November 2022

Diperkirakan Terjadi Hujan Disertai Angin Kencang, Ini Imbau untuk Warga Trenggalek

- Jumat, 30 September 2022 | 17:08 WIB
Dampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. (angga/memo)
Dampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. (angga/memo)

Trenggalek, koranmemo.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti potensi banjir, tanah longsor hingga angin kencang. Pasalnya sejumlah daerah di Jawa Timur diperkirakan terjadi curah hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.

“Potensi hujan diperkirakan terjadi pada 30 September sampai 6 Oktober di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Salah satunya Kabupaten Trenggalek,” kata Sekretaris BPBD Trenggalek Tri Puspita Sari mengutip siaran pers BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda.

Kondisi itu dipengaruhi adanya fenomena gelombang atmosfer Rossby serta adanya daerah konvergensi di wilayah Jawa Timur. Selain itu suhu muka laut di perairan Jawa Timur yang masih cukup hangat dengan anomali suhu muka laut antara +0,5 sampai dengan +2,5 derajat Celsius serta masih ada fenomena La Nina lemah.

Baca Juga: Jadi Syarat Perjalanan, Sejumlah Puskesmas di Blitar Kehabisan Stok Vaksinasi

Adanya gangguan yang cukup signifikan itu menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil sehingga berpengaruh dalam pembentukan awan-awan cumulonimbus yang akan semakin intens dan dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang sesaat.

“Untuk itu masyarakat dihimbau waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi. Juga dihimbau untuk mengupdate informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2-3 jam-an via medsos maupun website,” jelasnya.

Kewaspadaan itu bukan tanpa alasan. Merujuk laporan BPBD Trenggalek, sebanyak 150 bencana alam dilaporkan terjadi sepanjang Januari hingga Juni 2022. Dalam periode itu jumlah bencana dominan adalah tanah longsor yaitu sebanyak 59 kejadian dengan berbagai tingkat kerusakan.

Baca Juga: Diburu Polsek Ngantru, Warga Tulungagung Ini Ternyata Sudah Diamankan Polsek Blitar, Ini Ceritanya

“Rincian bencana alam lainnya adalah angin kencang sebanyak 26 peristiwa, banjir 25 peristiwa dengan berbagai tingkat keparahan hingga gempa bumi. Gempa bumi mayoritas terjadi dengan kekuatan ringan sehingga mayoritas gempa bumi yang terjadi getarannya tidak dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X