Siswa SMK Islam Warga Blitar Jadi Korban Kanjuruhan Berdarah

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:42 WIB
Suasana pemakaman MRD, warga Garum yang menjadi korban kerusuhan sepakbola di Kanjuruhan Malang. Foto almarhum. (Inzet) (Ist)
Suasana pemakaman MRD, warga Garum yang menjadi korban kerusuhan sepakbola di Kanjuruhan Malang. Foto almarhum. (Inzet) (Ist)

 

Blitar, koranmemo.com - Sejumlah warga Blitar ikut menjadi korban Kanjuruhan Berdarah saat Arema menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Salah satunya adalah MRD, warga Lingkungan Plosorejo, Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

MRD sendiri diketahui adalah salah satu pelajar asal SMK Islam Blitar. Dia duduk di bangku kelas X atau 1 jurusan teknik kendaraan ringan atau TKR di sekolah yang berada di Jalan Musi Blitar itu.

Baca Juga: Berikut Daftar Nama Korban Kanjuruhan Berdarah

"Iya memang bemar salah satu siswa kami ada yang menjadi korban. Almarhum memang ke Malang untuk menonton pertandingan sepakbola," kata Wakasek Kesiswaan SMK Islam Blitar, Gigih Widianto, Minggu (2/10).

Gigih menjelaskan pihak sekolah mendapatkan informasi dari teman dan keluarga. Selanjutnya diinfokan ke pihak sekolah.

Selanjutnya pihak sekolah mengkonfirmasi dan memang salah satu anak didiknya menjadi korban insiden di Malang. Lembaga sekolah juga tak menyangka jika salah satu siswanya menjadi korban.

Baca Juga: Kanjuruhan Berdarah: PSSI akan Investigasi, Arema Terancam Tak Bisa Jadi Tuan Rumah Sepanjang Musim

"Kami juga kehilangan. Karena almarhum memang suka memberikan suport ketika tim kesayangannya main di lapangan," katanya.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

X