• Sabtu, 10 Desember 2022

Bupati Tulungagung Takziah ke Rumah Korban Tragedi Kanjuruhan, Ini Daftar 7 Korban

- Senin, 3 Oktober 2022 | 18:36 WIB
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat melakukan takziah di salah satu rumah korban di Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol. (isal/memo)
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat melakukan takziah di salah satu rumah korban di Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol. (isal/memo)

Tulungagung, koranmemo.com - Setidaknya terdapat tujuh orang dari Kabupaten Tulungagung yang menjadi korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung merasa prihatin terhadap keluarga korban.

Untuk itu Bupati Tulungagung beserta jajaran melakukan takziah dan memberikan suort kepada keluarga korban.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, pihaknya mendapat laporan jika terdapat tujuh korban dari Kabupaten Tulungagung akibat aksi kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Delapan Titik di Tulungagung Dilanda Banjir Lumpur dan Bencana Longsor

Ketujuh korban tersebut salah satunya merupakan anggota Polri yang dinas di Polsek Sumbergempol. Sedangkan enam sisanya diketahui masih berstatus sebagai pelajar. Pihaknya juga turut berbelasungkawa dengan adanya korban akibat tragedi maut tersebut.

"Kami sampaikan belasungkawa terhadap korban beserta keluarga yang ditinggalkan, semoga amal ibadahnya diterima disisinya," kata Maryoto Birowo, Senin (3/10).

Berdasarkan data miliknya, ungkap Maryoto, enam pemuda yang masih berstatus pelajar itu diantaranya Indhi Rahma Putri Conceisa (19) warga Desa/Kecamatan Bandung. Aura Maulida Fitra Aisyiah (20) warga Desa Suruhan lor Kecamatan Bandung. Herlangga Aditama Putra (18) warga Desa Wonokromo Kecamatan Gondang. Muhamad Haikal Maulana (17) warga Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol. Ahmad Husen Ramadani (16) warga Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol. Serta Faiz Al Fikri (18) warga Desa Gilang Kecamatan Ngunut. Saat ini jenazah keenam korban yang masih pelajar itu sudah dimakamkan di pemakaman umum setempat.

"Jadi ada dua perempuan dan empat laki-laki yang menjadi korban," ungkapnya.

Adanya tragedi ini, jelas Maryoto, menjadi pelajaran bersama bagi seluruh masyarakat utamanya orang tua agar melakukan pengawasan intens terhadap anak-anaknya terutama saat sang anak meminta izin untuk bepergian jauh.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X