• Sabtu, 10 Desember 2022

Cerita Komunitas: Ubah Sampah Jadi Barang Bernilai Rupiah, Keliling di Kafe dan Warung Kopi

- Senin, 3 Oktober 2022 | 20:40 WIB
anggota komunitas EPPI saat proses mengubah sampah menjadi barang bernilai rupiah. (rizky/memo)
anggota komunitas EPPI saat proses mengubah sampah menjadi barang bernilai rupiah. (rizky/memo)

Kediri, koranmemo.com - Sampah merupakan barang sisa yang tidak dibutuhkan lagi oleh manusia. Tidak jarang, hal ini sering menimbulkan permasalahan yang belum kunjung usai. Namun ada yang berbeda, di tangan kreatif para anggota komunitas yakni Eks Pramuka Putra Putri Indonesia (EPPI) Kediri. Dimana komunitas tersebut rela mengumpulkan sampah plastik untuk menyulapnya menjadi barang bernilai rupiah.

Ditemui di kediaman Beny Prasetyo, koordinator EPPI di Desa Wates Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, terlihat ada tiga ibu rumah tangga sedang duduk di lantai untuk melakukan proses pembuatan dari sampah plastik bungkus kopi sachet atau kemasan untuk dijadikan barang bernilai rupiah.

Di samping itu, ibu-ibu tersebut juga menceritakan tentang cara proses pembuatan mulai awal hingga barang jadi.

"Disini ada barang sudah jadi salah satunya tas yang kemarin saya bawa ketika berpergian," ucap Irawati Siregar, sembari menunjukkan tas hasil buatannya.

Baca Juga: Pengacara Budiarjo Setiawan, Buat Kolam Koi untuk Tingkatkan Perekonomian Sekitar

Menurut Beny Prasetyo, mengubah sampah menjadi barang menarik ini berawal anggota EPPI sedang konsentrasi terhadap menyelesaikan permasalahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik ini sudah mulai digalakkan ke masyarakat hingga memberikan pelatihan.

"Sampah anorganik plastik ini ada beberapa hal diubah dari kebiasaan masyarakat buang plastik sembarangan untuk mencoba memberi sudut pandang baru jika plastik bisa kita daur ulang," katanya.

Pria berusia 41 tahun menyampaikan, dalam idenya tersebut yaitu membuat sebuah karya dengan bahan plastik seperti bungkus kemasan air minum ataupun kopi, botol dan lainnya. Bahan plastik tersebut ternyata diambil oleh anggota EPPI dengan keliling di kafe maupun warung kopi.

"Kita cari yang jualan kopi kemasan di warung atau kafe yang dikumpulkan para pedagang kemudian sampahnya kami ambil langsung," bebernya.

Bahkan, semua sampah tersebut diambil secara gratis dan pedagang pun juga merasa terbantu. Oleh karena itu, Beny bersama anggota mengumpulkan bahan-bahan setiap satu minggu sekali yang mencapai satu karung lebih. Selain itu, kadang kala diambil setiap dua sampai tiga hari sekali.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X