• Rabu, 30 November 2022

Ratusan Suporter Lepas Atribut, Doa dari Trenggalek Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:36 WIB
Doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan di Mapolres Trenggalek. (angga/memo)
Doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan di Mapolres Trenggalek. (angga/memo)

Trenggalek, koranmemo.com - Ratusan suporter asal Kabupaten Trenggalek dari berbagai fans klub sepak bola berkumpul di Mapolres Trenggalek untuk menggelar doa bersama yang ditujukan bagi para korban tragedi kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang yang menelan ratusan korban jiwa.

Ratusan suporter itu tergabung dalam aliansi suporter Kabupaten Trenggalek. Mereka yang datang ke Masjid Baitul Muttaqin Polres Trenggalek tak ada yang mengenakan jersey maupun atribut kebanggaan.

Mereka bersatu padu melantunkan doa bagi para korban tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan dengan mengenakan pakai hitam sebagai wujud duka cita.

Baca Juga: Pemeriksaan 23 Anggota Polri Naik ke Penyidikan, Selanjutnya Direktur LIB, PSSI Jatim dan ….

“Ini sebagai wujud empati atas insiden di Stadion Kanjuruhan Malang yang terjadi beberapa waktu lalu. Seluruh elemen suporter yang hadir ini tidak mengenakan jersey klub sepak bola melainkan dresscode hitam-hitam sebagai ungkapan duka yang mendalam,” kata salah satu peserta.

Korwil dari salah satu fans klub sepakbola itu berharap insiden di Stadion Kanjuruhan yang menelan korban jiwa hingga berjumlah ratusan itu tidak lagi terulang. Menurutnya tak ada sepakbola semahal nyawa. Meskipun selama 90 menit saat bertanding adalah rivalitas, namun di luar pertandingan mereka adalah saudara. Untuk itu, sementara waktu ratusan suporter asal Trenggalek dari berbagai fans sepak bola itu lepas atribut untuk berkumpul bersama mendoakan pada korban.

“Karena semua adalah bersaudara. Untuk semua keluarga yang ditinggalkan saya ikut berduka cita sedalam-dalamnya dari lubuk hati saya,” pungkasnya.

Baca Juga: Gugur Saat Tugas, Dua Anak Aipda Anumerta Andik Purwanto Ditawari Jadi Polri

Untuk diketahui, kegiatan doa bersama yang diinisiasi oleh Polres Trenggalek itu dimulai dengan ibadah Salat Zuhur berjamaah dan dilanjutkan dengan Salat Gaib yang ditujukan kepada seluruh korban yang meninggal dunia baik dari pihak Aremania maupun kepolisian. Kemudian kegiatan itu ditutup dengan membaca tahlil dan surat yasin serta doa bersama.

“Kita semua berkumpul disini, duduk bersama, berdoa bersama untuk seluruh korban Kanjuruhan baik masyarakat maupun petugas kepolisian. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nakes Trenggalek Demo di DPRD, Ini Tuntutan Mereka

Senin, 28 November 2022 | 17:00 WIB
X