Kecambah Ale Asal Jombang Tetap Produksi Meski Bahan Baku Sulit

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:12 WIB
Kecambah ale asal Desa Bandung, Diwek. (taufiqur/memo)
Kecambah ale asal Desa Bandung, Diwek. (taufiqur/memo)

Jombang, koranmemo.com - Produksi Kecambah asal Dusun Sugiwaras, Desa Bandung Kecamatan Diwek, tetep diminati oleh para ibu-ibu saat berbelanja di pasar tradisional. Bahkan, wangi sedap ale ketika dimasak ini memang untuk tambahan bumbu sayur ataupun sambal, meskipun bahan baku ale yakni biji ripung sudah sulit didapat di Pulau Jawa dan hanya didapatkan di luar pulau saja.

Ditemui dikediamannya, pemilik usaha produksi kecambah ale, Nurul Hidayati (45) asal Dusun Sugiwaras, Desa Bandung Kecamatan Diwek, Jombang.

Produksi rempah sayuran ini sudah digandrungi oleh keluarganya sejak 20 tahun silam, hanya saja ketersediaan bahan baku usaha warisan orang tua suaminya ini, sudah tidak didapatkan di Jombang melainkan harus mendatangkan biji ripung dari luar pulau tepatnya di pulau NTT.

Baca Juga: Bunda Fey: Tingkat Konsumsi Ikan di Kota Kediri Terus Meningkat

"Kebanyakan biji kecambah ale ini tumbuh dialam liar. Sejak 10 tahun lalu, harus memesan dari Banyuwangi dan NTT, ketika itu harganya masih murah untuk perkilogram dihargai Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribuan," ungkap Nurul saat diwawancarai disela-sela panennya, Rabu (5/10) siang.

Walaupun di depan runahnya tidak nampak adanya produksi kecambah ale, namun bau wangi khas ale ini tercium ketika setiap pukul 14.00 WIB, saat usaha rumahan ini panen setiap harinya untuk dipasarkan ke pasar tradisional besok dini hari.

"Sekali panen dari biji itu, untuk satu kilogramnya bisa jadi 2 sampai 3 kilogram kecambah ale," imbuhnya.

Sementara untuk prosesnya, Nurul bersama suaminya Darul Mahfud (43) kini harus menyiapkan ruangan khusus tanpa terkena sinar matahari dan lembab di belakang rumahnya untuk produksi ale.

Dengan menyiapkan, bak besar untuk proses pencucian biji ale, serta tempat kotak kayu dan keranjang besar untuk menanam biji hingga muncul tunas atau akar ketika ditutup dengan karung dan goni.

Baca Juga: Wajah Alun-alun Kota Kediri Akan Segera Diubah, Ini Penjelasan Wali Kota Kediri

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X