• Kamis, 8 Desember 2022

Banjir, Tanaman Tembakau di Tulungagung Rawan Gagal Panen, Ratusan Petani Terpaksa Panen Awal

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:16 WIB
Terlihat petani tembakau di Desa Ngranti Kecamatan Boyolangu saat memanen tanaman tembakau miliknya dua minggu lebih awal. (isal/memo)
Terlihat petani tembakau di Desa Ngranti Kecamatan Boyolangu saat memanen tanaman tembakau miliknya dua minggu lebih awal. (isal/memo)

Tulungagung, koranmemo.com - Setelah hujan deras yang menyebabkan banjir di Kabupaten Tulungagung pada Senin (3/10), membuat sejumlah area persawahan tegenang banjir.

Dampaknya langsung menghantam petani tembakau di Desa Ngranti Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Sejumlah petani tembakau di Desa Ngranti, Kabupaten Tulungagung terpaksa memanen tembakau lebih awal untuk meminimalisir kerugian atau ancaman gagal panen.

Salah seorang petani tembakau asal Ngranti, Pudji mengatakan, Pudji mengatakan, tanaman tembakaunya terpaksa dipanen awal atau dua minggu lebih awal dari waktu panen.

Baca Juga: Kecambah Ale Asal Jombang Tetap Produksi Meski Bahan Baku Sulit

Pasalnya, kondisi area persawahan pasca hujan deras dan banjir pada Senin (5/10) lalu tidak memungkinkan lagi untuk keberlangsungan tanaman tembakau.

Sejak dua hari yang lalu, area persawahan di tempatnya masih terus digenangi air, sehingga apabila dibiarkan, tanaman tembakau justru akan gagal panen atau puso.

"Kalau dibiarkan tanamannya layu karena terlalu banyak mendapat air, kalau sudah begitu jelas gagal panen," kata Pudji, Rabu (5/10).

Pudji menjelaskan, pihaknya tentu tidak mau mengambil resiko mengalami kerugian akibat gagal panen. Makanya, harus dipanen lebih awal.

Panen lebih awal, tentu mempengaruhi kualitas tembakau. Akibatnya, harga tembakau justru anjlok di pasaran.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X