• Sabtu, 26 November 2022

Wali Kota Kediri Ceritakan Manfaat Inovasi Putri Lestari Pada 45 Besar Kovablik

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 20:33 WIB
Wali Kota Kediri Ceritakan Manfaat Inovasi Putri Lestari Pada 45 Besar Kovablik
Wali Kota Kediri Ceritakan Manfaat Inovasi Putri Lestari Pada 45 Besar Kovablik

Kediri, koranmemo.com - Inovasi Pelayanan Publik Putri Lestari (Pelayanan Terpadu dan Terintegrasi Thalassemia) Kota Kediri memasuki penilaian tahap ketiga yakni presentasi dan wawancara yang dilakukan secara virtual, dari Command Center Kota Kediri, Rabu (5/10).

Tahapan ketiga tersebut setelah terpilih dalam 45 besar Top finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jatim 2022. Wali Kota Kediri memaparkan secara detail program inovasi pelayanan publik Kota Kediri tersebut.

Wali Kota Kediri menjelaskan bahwa awal terbentuknya inovasi pelayanan publik Putri Lestari ini dari membuka komunikasi dengan para orang tua yang memiliki anak penderita thalassemia.

Dari situ lah lanjut Wali Kota Kediri didapatkan informasi bahwa pasien thalassemia di Kota Kediri ini kebanyakan adalah anak-anak. Informasi tersebut membuat Pemerintah Kota Kediri ini memiliki _awareness_ terhadap thalassemia, karena pentingnya mereka mendapatkan pelayanan terbaik.

Baca Juga: Sidang Perdana Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Serba Guna Kelurahan Ringinanom Kediri

“Dulu kami tidak bisa melayani mereka dan harus mengirimkan mereka ke Surabaya. Lalu kami mencoba membuat kolaborasi antara rumah sakit, PMI, Dinkes, para orang tua thalessemia dan mengajak orang tua asuh yang ada di Brigif 16 Wira Yudha untuk mendapatkan darah yang cocok. Hal itu tetap tidak bisa menemukan jalannya. Lalu kita mencoba membuat terobosan kemudian kita intergrasikan, alhamdulillah menemukan jalannya,” jelas Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Pada akhirnya RSUD Gambiran Kota Kediri bekerja sama dengan PMI Kota Kediri menjadi Rumah Sakit Tipe B pertama yang mampu memberikan transfusi _leucodepleted_, sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke RS Tipe A di Surabaya atau Malang.

Selain itu, adanya jalur _fast track_ di RSUD Gambiran untuk para pasien thalassemia, yang sebelumnya mereka harus antri lama untuk mendapatkan pelayanan. Tempat untuk para pasien thalassemia ini dibuat nyaman dan layak untuk anak. Didesain khusus agar anak nyaman saat mendapatkan pelayanan.

Baca Juga: Bunda Fey: Tingkat Konsumsi Ikan di Kota Kediri Terus Meningkat

Namun, masih ada satu masalah yakni ketersediaan deferasirox. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan bahwa deferasirox ini adalah obat untuk pasien thalassemia. BPJS hanya menyediakan 500 ml deferasirox ini sedangkan yang dibutuhkan adalah kurang lebih 750 ml. Untuk mengatasi masalah tersebut melalui program _Corporate Social Rensponsibility_ (CSR), RSUD Gambiran mampu memberikan deferasirox tanpa harus membebankan biaya kepada pasien.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Serunya Peringatan Hari Guru MAN 2 Kota Kediri

Jumat, 25 November 2022 | 18:05 WIB

Sertijab Kasat Lantas, Ini Pesan Kapolres Kediri Kota

Jumat, 25 November 2022 | 10:29 WIB
X