Hasil Panen Tembakau di Ngawi Tak Maksimal, Ini Penyebabnya

- Rabu, 2 November 2022 | 19:37 WIB
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Ngawi Sojo.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Ngawi Sojo.

Ngawi, Koranmemo.com - Petani tembakau di Kabupaten Ngawi merasakan beban berat beberapa tahun ini. Hasil panen tembakau yang didapat tak maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Faktor cuaca yang tak menentu membuat kualitas tembakau menurun. "Hasil panen tahun ini tidak maksimal, karena saat awal tanam kemarin cuaca tidak menentu. Beberapa kali tanamannya diguyur hujan, sehingga sebagian tanaman rusak," kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Ngawi Sojo, Rabu (2/11/2022)

Untuk hasil panen tembakau pada tahun 2022 ini rata-rata mencapai 1,5 ton per hektar dan itu dibawah target hasil panen normal yang biasanya bisa mencapai diatas 2 ton per hektar.

Baca Juga: Kaget Klakson, Tabrak Vario, Bocah 3 Tahun Asal Kanigoro Meninggal

Baca Juga: Ketua Komisi II DPRD Ngawi Tolak Wacana Lima Hari Sekolah, Ini Alasannya

"Apabila hasil panen bisa mencapai 2 ton per hektar, maka petani tembakau bisa menikmati hasilnya," ujarnya.

Sojo menambahkan, untuk harga tembakau kering saat ini mencapai Rp 44 ribu per kilo tahun ini dibanding tahun 2021 yang mencapai Rp 30 ribu per kilo kering. Pihaknya berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan petani tembakau.

Reporter : Aris Purniawan/Juremi
Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Senam HUT 1 SGB, Pendukung Ganjar Membludak di Ngawi

Senin, 23 Januari 2023 | 07:25 WIB
X