Uji Coba Parkir Non Tunai di Blitar, Pengendara Bilang Ribet, Ini Pilihannya

- Kamis, 3 November 2022 | 19:38 WIB
Papan pengumuman di Jalan Merdeka Blitar ujicoba penerapan pembayaran parkir nontunai. (Aziz/memo)
Papan pengumuman di Jalan Merdeka Blitar ujicoba penerapan pembayaran parkir nontunai. (Aziz/memo)

Blitar, koranmemo.com - Sudah hampir sebulan ini Pemkot Blitar menerapkan uji coba parkir nontunai. Sejumlah pengendara mengaku ribet ketika membayar dan memilih tunai.

"Kalau dibilang ribet ya ribet. Karena saya harus login ke ponsel untuk menggunakan aplikasi pembayaran nontunai. Daripada lama, akhirnya saya memilih membayar tunai langsung Rp 2 ribu," kata Fitriasih, salah satu pengendara yang baru saja parkir di Jalan Merdeka Blitar, Kamis (03/11).

Dia mengaku baru kali pertama mengetahui ada pembayaran parkir nontunai. Itu ketika hendak membayar. Oleh tukang parkir diberi opsi bisa membayar parkir tunai bisa juga nontunai. Akhirnya memilih untuk mencoba parkir nontunai. Dirinya harus memiliki fasilitas M-banking. Selanjutnya tinggal scan kode dan langsung terbayar. Dia memprediksi menghabiskan waktu hingga 3 menit. Sementara ketika bayar tunai tak sampai 5 detik. "Untungnya yang parkir hanya saya saja. Coba kalau pas banyak orang bakal kerepotan," katanya.

Baca Juga: DPRD Kota Batu Umumkan Dimulainya Proses Pemilihan Calon Pj Wali Kota Batu

Sejumlah juru parkir mengakui para pengendara memilih tunai daripada nontunai. Alasan utama karena tak semua pengendara memiliki fasilitas M-banking. Selain itu sebagian di antaranya malah tak paham cara membayar. "Kami juga menunggu untuk login ketika pengendara hendak membayar. Ya akhirnya bayar tunai," kata salah satu jukir. Dia mengatakan untuk memudahkan pembayaran, jukir dibekali kartu barcode dikalungkan di leher.

Seperti diketahui, Pemkot Blitar melalui Dinas Perhubungan Kota Blitar ujicoba pembayaran parkir nontunai. Lokasi ujicoba di Jalan Merdeka Blitar. Pengendara cukup scan barcode di kartu yang dibawa jukir. Pembayaran nontunai ini menggunakan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Setiap juru parkir dibekali kartu kalung yang ada kode QRIS. Pemkot beralasan pembayaran nontunai dalam rangka meminimalisasi penyalahgunaan setoran sekaligus adopsi teknologi terkini.

Baca Juga: Bocah Hilang Terseret Arus di Sungai Song Akhirnya Ditemukan

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar Juari mengakui fakta di lapangan soal pembayaran nontunai. Menurutnya itu adalah hal wajar karena memang mengadopsi teknologi. "Nanti akan terbiasa. Toh ini masih ujicoba," katanya. Dia mengatakan pembayaran ada dua metode. Yakni tunai dan nontunai. Pengendara bisa memilih salah satu metode pembayaran.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X