Berawal dari IRT Asal Ngadiluwih, Polda Jatim dan Polres Kediri Bongkar Sindikat Upal Jaringan Antar Provinsi

- Jumat, 4 November 2022 | 18:53 WIB
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra saat dikonfirmasi. (rizky/memo)
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra saat dikonfirmasi. (rizky/memo)

 

Kediri, koranmemo.com - Ditreskrimsus Polda Jawa Timur bersama Satreskrim Polres Kediri membongkar sindikat uang palsu (upal) jaringan antar provinsi.

Adapun, terbongkarnya jaringan uang palsu yang memiliki pabrik besar di Kabupaten Bandung Barat ini berawal terungkapnya MI (52), ibu rumah tangga asal Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.

"Sindikat uang palsu ini terbongkar usai ibu rumah tangga (IRT) melakukan transaksi melalui BRILink di wilayah Kecamatan Kras dan transaksinya dilakukan secara berulang," ujar Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra saat dikonfirmasi, Jumat (4/11/2022).

Menurut AKP Rizkika, terkahir MI melakukan penitipan transfer di agen resmi BRILink menggunakan sembilan lembar uang palsu dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50.000 uang asli. Namun, aksi yang dilakukan pelaku tersebut dicurigai dan ditemukan oleh kantor BRI yang kemudian melaporkan ke Polres Kediri.

Baca Juga: Bocoran Rekrutmen PPK dan PPS, Simak Waktu Pelaksanaan dan Aturannya

Sedangkan yang bersangkutan tersebut setelah mendapatkan uang palsu menggunakan untuk berbagai kegiatan transaksi

"Jadi dimana di akhir transaksinya kita temukan uang secara akumulatif senilai Rp 9,7 Juta uang palsu yang dilaporkan oleh BRILink (Kecamatan) Kras,” ucapnya.

Dari temuan itu, lanjut dia, Satreskrim Polres Kediri melakukan serangkaian penyelidikan. Hingga diketahui MI memiliki ratusan lembar uang palsu senilai puluhan juta. Pada waktu memiliki total Rp 700 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Dari pengakuannya mendapatkan uang palsu senilai Rp 70 Juta itu dengan membelinya seharga Rp 35 Juta melalui SD pendana dari pabrik uang palsu ini.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X