Kota Malang Raih Predikat Terbaik Ketiga Penghargaan Pembangunan Daerah 2022

- Kamis, 24 November 2022 | 09:32 WIB
Walikota Malang, H. Sutiaji menerima langsung penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (ist)
Walikota Malang, H. Sutiaji menerima langsung penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (ist)

Malang,koranmemo.com - Kota Malang meraih predikat terbaik ketiga Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2022 dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kategori kota.

Penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi dalam penyusunan perencanaan yang berkualitas, pencapaian target-target pembangunan daerah dan juga inovasi pembangunan yang telah dilakukan.

Wali Kota Malang, H. Sutiaji hadir dan menerima langsung penghargaan tersebut dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Suharso Monoarfa di kantor Bappenas, Jakarta.

Menurut Wali Kota Sutiaji, penghargaan ini bukan saja bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah atas raihan prestasi suksesnya pembangunan di Kota Malang.

Baca Juga: Bagikan KIP Pada 210 Mahasiswa UNP, Wali Kota Kediri: Mahasiswa Harus Belajar Keras Dan Cerdas

Namun lebih dari itu, penghargaan ini merupakan wujud motivasi bagi Pemerintah Kota Malang untuk terus memacu kinerja dalam rangka peningkatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

“Kinerja seluruh Perangkat Daerah dan ASN di lingkungan Pemkot Malang harus terus dipacu demi bangkitnya ekonomi dan pembangunan di Kota Malang. Terlebih menghadapi masa pasca pandemi Covid-19. Kami akan terus berbenah dan mengejar pembangunan yang tertinggal selama pandemi,” jelasnya.

Pencapaian Penghargaan Pembangunan ini diraih Kota Malang karena melakukan inovasi pembangunan Ekonomi Kreatif sebagai solusi mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Malang.

Serta untuk mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis Ekonomi Kreatif, berkelanjutan dan keterpaduan. Inovasi Pembangunan Ekonomi Kreatif di Kota Malang dilakukan dengan bersinergi dan kolaborasi hexahelic. Yakni antara Pemerintah, Pengusaha/Pelaku Bisnis, Kominitas, Lembaga Keuangan dan/atau Masyarakat Dalam Rangka Menciptakan Kesejahteraan Rakyat di Wilayah Kota Malang.

Baca Juga: Bupati Malang Janjikan Gerojok Dana Rp 500 Juta per Desa, Simak Ini Syaratnya

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X