• Sabtu, 26 November 2022

DKPP Ngawi Fasilitasi Kemitraan Bagi Petani Tembakau 

- Kamis, 24 November 2022 | 19:54 WIB
Temu Usaha Petani Tembakau digelar DKPP Ngawi, Kamis (24/11/2022). 
Temu Usaha Petani Tembakau digelar DKPP Ngawi, Kamis (24/11/2022). 

 

Ngawi, koranmemo.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi memfasilitasi petani tembakau untuk kemitraan dengan pabrik rokok guna meningkatkan kesejahteraan. Kegiatan dikemas dengan acara "Temu Usaha Petani Tembakau", Kamis (24/11/2022). 

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian DKPP Kabupaten Ngawi, Hastanina Hatimurti mengatakan,  kegiatan temu usaha petani tembakau ini merupakan kegiatan yang dibiayai  Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2022. Sebelumnya sudah melakukan pelatihan di beberapa kecamatan. 

"Temu usaha tembakau merupakan kegiatan untuk memfasilitasi petani tembakau dengan pihak ketiga agar terjalin kerjasama atau kemitraan untuk membuat jejaring pemasaran atau pun kerjasama dalam hal lainnya," katanya. 

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Tambah Satu KA Sambut Nataru 2023

Dikatakan, acara ini diikuti oleh petugas penyuluh kecamatan dan petani tembakau diNgawi dari kecamatan Karangjati, Bringin, Kasreman Kedunggalar, Jogorogo, Kendal, Ngrambe dan Sine serta menggandeng narasumber yakni ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Demak dan Gradder PT. Djarum Kabupaten Demak Jawa Tengah. 

"Luasan tanam tembakau di Kabupaten Ngawi dari tahun ke tahun mengalami penurunan, salah satu penyebabnya adalah karena belum adanya jaminan pasar tembakau bagi petani tembakau di Ngawi," tambahnya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Demak Marjuki saat menyampaikan materi tentang bagaimana teknik budidaya tembakau untuk memenuhi standart kualitas yang bisa masuk ke perusahaan rokok. Misal, perusahaan rokok Djarum menghendaki tembakau dengan kandungan tart dan nikotin yang tidak terlalu tinggi dengan warna hijau agak kuning (joning). 

Baca Juga: Pasca Dikukuhkan Jadi BAAS, Ini Yang Dilakukan Dandim 0812 Lamongan dan CEO PT SMS

Maka dari itu, yang harus diperhatikan adalah varietas dan teknis budidaya khususnya pemupukan, ketinggian tempat penanaman, cuaca dan penanganan pasca panennya, agar dapat dihasilkan tembakau sesuai spesifikasi kebutuhan pabrikan. "Setiap varietas memiliki karakteristik yang berbeda dan spesifik lokasi," jelasnya. 

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DKPP Ngawi Fasilitasi Kemitraan Bagi Petani Tembakau 

Kamis, 24 November 2022 | 19:54 WIB

Kejaksaan Ngawi Tahan Tersangka Korupsi DAPM Gerih

Selasa, 22 November 2022 | 20:48 WIB

UMK Ngawi Tahun 2023 Masih Dibahas

Senin, 14 November 2022 | 20:36 WIB

KPU Ngawi sebut Tiga Parpol Masih BMS Saat Verfak

Senin, 7 November 2022 | 22:30 WIB
X