• Selasa, 6 Desember 2022

Mas Dhito Dorong Tingkatkan Potensi Desa dengan Anugerah Desa Wisata

- Jumat, 25 November 2022 | 17:35 WIB
Mas Dhito Dorong Tingkatkan Potensi Desa dengan Anugerah Desa Wisata
Mas Dhito Dorong Tingkatkan Potensi Desa dengan Anugerah Desa Wisata

Kediri, koranmemo.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menganugerahi desa wisata (dewi) di Kabupaten Kediri kepada desa wisata terbaik sebagai upaya mendorong tumbuhnya desa dengan standar pengelolaan dan dapat meningkatkan daya saing. 

Standar pengelolaan tersebut utamanya dalam aspek paket wisata yang disuguhkan oleh desa wisata. Dengan paket ini, kekhasan dan keunikan yang dimiliki dapat menjadi pilihan bagi wisatawan. 

“Dimana paket tersebut mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak dipunyai oleh desa wisata lain maupun perkotaan yang dapat dijual sebagai destinasi wisata,” Kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Adi Suwignyo. 

Disisi lain, penganugerahan ini untuk memotivasi desa yang sedang tumbuh untuk berinovasi dalam mengembangkan desa wisata agar terus lahir kreativitas di tengah masyarakat lokal.  Yang kemudian pembangunan Kabupaten Kediri dapat menyentuh lapisan masyarakat desa. 

Baca Juga: Pasar Kuliner Baru Lagi Dipersiapkan Pemkot Blitar, Lokasinya Strategis dan di Pusat Keramaian

Yang lebih penting dari pada itu, lanjutnya, adalah pemberdayaan masyarakat di daerah desa wisata. Dengan melibatkan masyarakat sekitar menurutnya akan meningkatkan ekonomi melalui sektor pariwisata. 

Desa wisata itu tidak harus dimiliki orang-perorang tapi semua komponen masyarakat di desa setempat,” tegasnya di Penganugerahan Desa Wisata di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kamis (24/11/2022).

Dikatakannya, wisata yang menjadi tujuan utama oleh wisatawan domestik maupun mancanegara selama ini adalah wisata alam. Utamanya gunung wilis dan Kelud.

“Kita juga punya tempat-tempat sejarah termasuk Candi Tegowangi dan (petilasan) Sri Aji Jayabaya. Ada juga kesenian yang mana kita punya 1700 organisasi seni yang sebagian besar adalah jaranan,” tuturnya. 

Baca Juga: 100 Persen Masyarakat Tulungagung Tidak ODF, Sebagian Jamban Belum Penuhi Syarat Layak Sehat

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X