SDN di Jombang Jadi Sasaran Maling, Kali Ini Giliran SDN Kedungotok Dibobol, Kerugian Rp 60 Juta

- Sabtu, 26 November 2022 | 08:54 WIB
Penampakan ruangan usai SDN Kedungotok jadi sasaran aksi komplotan maling. (tim/memo)
Penampakan ruangan usai SDN Kedungotok jadi sasaran aksi komplotan maling. (tim/memo)
Jombang, koranmemo.com - Lembaga pendidikan 
SDN (Sekolah Dasar Negeri) di Jombang sering menjadi sasaran Maling. Kali Ini Giliran SDN Kedungotok Kecamatan Tembelang, dibobol. Kerugian  Rp 60 juta

Sekolah tersebut disatroni maling pada Jum'at (25/11), sekitar pukul 01.10 WIB.
 
Aksinya terekam CCTV sekolah. Dalam rekaman terlihat dua orang pria yang mengobok-obok ruangan guru.
 
Akibatnya, sejumlah barang elektronik milik sekolah hingga uang tunai hilang.

Kepala SDN Kedungotok, Ernawati membenarkan kejadian tersebut. 
 
 
Menurutnya, kejadian itu diketahui pada Jumat pagi, ketika penjaga sekolah mempersiapkan sekolah sebelum aktivitas di mulai.

Dalam laporannya, penjaga sekolah menyebut jika pintu ruangan guru terbuka dengan kondisi didalamnya berantakan. Usai mendapat laporan, Ernawati bergegas menuju sekolah untuk melakukan pengecekan. Dari sini dipastikan sejumlah peralatan penting hingga uang tunai telah hilang.

"Pertama tahu itu pagi sekitar jam 5, waktu itu penjaga sekolah mau masuk untuk bersih-bersih ruangan. Ternyata diketahuinya pintu rusak, dan laptop gak ada. Kemudian di cek bareng-bareng, ternyata semua terbuka, seperti laci terbuka dan ruang IT pun juga terbuka," ujarnya kepada wartawan, Jumat (25/11).

Ernawati menambahkan, dari rekaman CCTV yang ia amati, aksi komplotan tersebut berawal dari hendak memasuki ruang guru melalui pintu. Namun dikarenakan gagal, maling terpantau melewati jendela ruangan guru dengan cara dicongkel.
 
Baca Juga: Peduli Gempa Cianjur , Polres Lamongan Berangkatkan Dua Truk Bantuan Kemanusiaan

"Jadi Sebelum masuk, CCTV yang mengarah ke indoor diputar, mungkin agar gerakannya gak terekam. Padahal di dalam ruangan guru ada CCTV lagi yang tidak diketahui oleh mereka ini," tambahnya.

Sementara dari pendataan yang dilakukan,  Ernawati menyebutkan jika dihitung kerugiannya, lebih dari Rp 60 juta.

"Sekitar Rp 63 jutaan kerugiannya. Ada 7 proyektor yang masih berfungsi diambil semua, kemudian 3 chromebook dan ada uang juga tapi tidak banyak, uangnya gak sampai 200 ribu rupiah," rincinya, sambil menyampaikan bahwa kejadian telah dilaporkan ke kepolisian.

Melihat sosok pelaku dari rekaman CCTV tersebut, ciri-ciri pelaku dinilai hampir mirip dengan kompolotan maling yang beraksi di 5 SDN di Jombang bulan sebelumnya. Hingga kini disampaikan, bahwa ia sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Ernawati berharap, pihak kepolisian dapat menemukan dan menangkap pelaku. "Kalau harapannya, semoga tidak terjadi seperti ini lagi. Karena sangat menggangu kami dan murid-murid kami. Harapan lainnya, semoga pelaku segera ditemukan dan diamankan polisi," tuturnya.
Baca Juga: Tertabrak Bus Harapan Jaya, Pemotor Asal Nganjuk Tewas di Jombang

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha juga membenarkan peristiwa tersebut. Ia memastikan bahwa barang bukti menguatkan seperti rekaman CCTV sudah didapatkan.

Hingga kini, lanjut Giadi, pihaknya masih melakukan penyelidikan dari kasus tersebut. Sementara itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat, untuk dilaporkan ketika menemukan barang bukti tersebut di mana pun berada.

"Wajahnya (pelaku dari rekaman CCTV) sudah kami share ke beberapa media sosial. Kami juga melakukan upaya dalam melakukan penyelidikan, dan mohon doanya kami akan melakukan ungkap segera mungkin," katanya usai rilis ungkap sebuah kasus di halaman kantor Sat Reskrim Polres Jombang.

"Catatan reskrim dari bulan sebelumnya hingga sekarang, sudah ada enam sekolah di Jombang yang dibobol maling. Kalau soal ciri-ciri pelakunya, kalau yang di Wonosalam dan Bareng kami simpulkan 90 persen sama. Kalau yang hari ini kami dapat simpulkan hampir 70 persen ada kemiripan. Jadi mungkin begitu saya, mohon doanya kami dengan segera ungkap kasus ini," pungkas Giadi Nugraha. 

Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas 
 
Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

X