Dari Surga Wisata Alam, Dosen Blitar ini Sulap Kotoran Ayam Jadi Berharga, Begini Ceritanya

- Minggu, 27 November 2022 | 07:28 WIB
Anang Widigyo (kanan) dan Rani Arifah Normawati dengan ternak maggot di kandang ayam.  (Ist)
Anang Widigyo (kanan) dan Rani Arifah Normawati dengan ternak maggot di kandang ayam. (Ist)

Blitar, Koranmemo.com - Masalah limbah kotoran ternak ayam di Kabupaten Blitar kerap mendera peternak. 

Problem itu memantik ide dua dosen membuat inovasi dengan memanfaatkan kotoran ayam dicampur dengan maggot dibuat untuk pakan dan tak kalah dengan pakan buatan pabrik. 

Hasilnya ternyata mampu mempertahankan jumlah produksi telur. 

Kabupaten Blitar selain dikenal sebagai surga wisata alam, juga dikenal sebagai pusatnya peternak ayam petelur. 

Baca Juga: Banteng Night Run, Jadikan Embrio Sport Tourism di Kabupaten Kediri

Jumlah populasi ayam 16 juta lebih dengan produksi telur 510 ton per hari.

Dengan hasil itu Kabupaten Blitar memenuhi 30 persen telur secara nasional. Sementara jumlah peternak sekitar 4 ribu. Kecamatan Kademangan, Ponggok, Srengat, Wonodadi, Sanankulon, Udanawu dan Nglegok merupakan sentra peternak. 

Nah, di tengah melimpahnya ternak ayam ada permasalahan yang kerap mendera peternak. Diantaranya masalah limbah kotoran. Selain itu peternak juga kerap mengeluh harga pakan sentrat yang kerap melambung  dan harga jagung yang mahal. Sejumlah permasalahan itu memantik niat para akademisi untuk membuat inovasi.

"Ya kami akhirnya mencoba membuat terobosan untuk mengatasi masalah kotoran ayam dan pakan. Yakni dengan membuat pakan ayam telur berbasis maggot memanfaatkan limbah ternak unggas. Dalam hal ini kotoran ayam," kata Anang Widigyo. 

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Nganjuk Libatkan Ormas hingga Wartawan

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X