NASIB! 124 Pendaftar PPPK Tak Lolos, Ini Penjelasan BKPSDM Kota Blitar

- Minggu, 27 November 2022 | 09:35 WIB
Ilustrasi PPPK 2022 (bkn.go.id)
Ilustrasi PPPK 2022 (bkn.go.id)
Blitar; koranmemo.com - Seleksi tenaga atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kota Blitar terus berlanjut. 
 
Hasil sementara sebanyak 124 pendaftar gagal melaju ke tahap selanjutnya. 
 
Kepastian itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Blitar, Kusno. 
 
Dia mengakui ada 124 pendaftar yang tak lolos ke tahapan selanjutnya. Pasalnya setelah dilakukan pengecekan, tidak lolos seleksi administrasi.
 
 "Ya karena tidak lolos seleksi administrasi. Meski tak lolos seleksi, pendaftar yang tak lolos masih bisa menggunakan kesempatan masa sanggah mulai 25 hingga 27 November," kata Kusno, Minggu (27/11). 
 

Kusno menjelaskan sejak dibuka pada pertengahan November, jumlah pelamar PPPK sebanyak 337 pendaftar.  Para pendaftar itu berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. 
 
Nah, setelah dilakukan pengecekan ada 213 pendaftar yang lolos seleksi administrasi, sementara 124 di antaranya tak lolos
 
Pendaftar tidak lolos seleksi disebabkan karena beberapa hal. Dia menyebut seperti ada lamaran yang tak sesuai dengan jabatan. 
 
Ada pula ijazah yang tak sesuai kualifikasi dan berkas ada yang kurang. 
 
"Selain itu ada pula yang masa kerja yang kurang," jelasnya lagi. 
 
 
Kusno menambahkan lagi, bagi yang sudah dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya, bisa bersiap diri. 
 
Seperti untuk tenaga kesehatan, nantinya bakal mengikuti ujian di Malang. 
 
Jika tidak ada aral melintang seleksi ujian bakal digelar pada 6 Desember ini
 
Sementara untuk pendaftar guru atau pengajar dan tenaga teknis lain, menunggu informasi lebih lanjut.
 
"Yang sudah pasti seleksi tenaga kesehatan di Malang. Kalau untuk formasi lain menunggu informasi lebih lanjut," jelasnya.
 
Pria ramah ini menambahkan, pada seleksi PPPK tahun ini, Kota Blitar mendapatkan kuota atau jatah sebanyak 228 kursi.
 
Dengan rincian, 119 formasi tenaga pengajar, 32 tenaga teknis dan terakhir atau tenaga kesehatan sebanyak 77.
 
Formasi tenaga guru menempati paling banyak dibutuhkan karena jumlah guru yang pensiun juga banyak. 
 
Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu 

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

X