Dokter dan Apoteker di Tuluangung Demo, Tolak Pengesahan RUU Kesehatan karena Korbankan Masyarakat

- Senin, 28 November 2022 | 15:59 WIB
Lima organisasi profesi kesehatan di Tulungagung saat menyuarakan aspirasi di depan kantor IDI Tulungagung (isal/memo)
Lima organisasi profesi kesehatan di Tulungagung saat menyuarakan aspirasi di depan kantor IDI Tulungagung (isal/memo)

Tulungagung, koranmemo.com - Lima organisasi profesi di Tulungagung turun ke jalan menolak pengesahaan rancangan undang-undang (RUU) Kesehatan (Omnibus Law) menjadi undang-undang (UU) pada Senin (28/11). 

Penolakan RUU Kesehatan oleh lima organesasi kemasyarakatan (Ormas) di Tulungaung ini dilakukan lantaran dianggap mengorbankan kesehatan masyarakat. 

Penolakan RUU Kesehatan (Omnibus Law) di Tulungagung dilakukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). 

Kemudian ada Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) hingga Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dengan melakukan aksi damai di depan Kantor IDI Tulungagung

Aksi damai diawali dengan pembacaan sikap kelima organisasi profesi ini yang pada intinya menolak untuk disahkannya RUU Kesehatan menjadi UU Kesehatan

Baca Juga: Gegara Cinta Segitiga, Buron Kasus Pembacokan Istri di Jombang Ditangkap Polisi

Aksi damai itu kemudian diakhiri dengan melakukan aksi simpatik yakni pembagian bunga kepada pengguna jalan yang melewati depan Kantor IDI

Ketua IDI Tulungagung, Yodio Pranoto mengatakan, aksi tolak penetapam RUU Kesehatan tersebut sebenarnya merupakan aksi serentak yang dilakukan oleh seluruh anggota IDI di Indonesia. 

Aksi itu dilakukan lantaran pada RUU tersebut terdapat banyak pasal yang dirasa membuat masyarakat semakin jauh dari kata sejahtera. 

Atas kekhawatiran ini, pihaknya bersama tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Tulungagung kompak untuk menyuarakan agar RUU itu tidak jadi disahkan.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X