15 Tahun Tak Terjamah, Begini Penampakan Situs Candi Pundong yang Kembali Diekskavasi

- Selasa, 29 November 2022 | 09:54 WIB
Penampakan Situs Candi Pundong di Dusun Watutangi Desa Pundong Kecamatan Diwek.  (taufiqur/memo)
Penampakan Situs Candi Pundong di Dusun Watutangi Desa Pundong Kecamatan Diwek. (taufiqur/memo)

 

Jombang, koranmemo.com - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Kabupaten Jombang kembali melakukan ekskavasi kedua Situs Candi Pundong di Dusun Watutangi Desa Pundong Kecamatan Diwek, Senin (28/11).

Ekskavasi juga pernah dilakukan tahun 2007 silam, namun terkendala tanah milik warga, sehingga selama 15 tahun vakum.

Situs yang diduga berasal dari abad ke 10 ini baru bisa terbuka kembali hingga dua minggu kedepan.

Dari pantauan koranmemo.com, tim ekskavasi sudah menampakkan kembali batu bata candi Pundong, dimana sebelumnya tertutup oleh debit air yang menggenangi situs tersebut.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Blitar Gelar Rapat Paripurna PAW, Nasikhah Gantikan Endar Soeparno

Dalam proses memindahkan air itu, tim sudah memasang garis pembatas yang bakal digali terlebih dahulu, disisi sebelah timur dan selatan yang rencananya bakal digali sedalam 18 meter.

Sedangkan untuk penggalian di sebelah barat beserta utara menunggu hasil temuan di penggalian pertama yang ditaksir kurang lebih 4 sampai 5 hari.

"Diakhir tahun ini (2022), dari Disdikbud Jombang bersama BPCB kembali melakukan ekskavasi situs Candi Pundong. Dan ini sebenarnya pernah dilakukan ekskavasi pada tahun 2007 yang waktu itu fokus ke hasil pusat struktur sumuran candi. Sementara dari hasil-hasil sewaktu itu yang didapatkannya terkait situs Pundong sekarang ini masih sedikit," ungkap Pahadi, Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan Jatim Wilayah XI saat ditemui Koranmemo.com di lokasi ekskavasi, Senin (28/11) sore.

Ia menyebutkan, dari hasil temuan ekskavasi di tahun 15 silam itu dijadikan acuan tim BPK dalam proses penggalian agar bisa menampakkan dinding pagar yang biasanya mengelilingi bagian tengah candi terdapat sumuran berbentuk persegi yang tersusun oleh batu bata berukuran 8 hingga 10 centimeter, bahkan sebelumnya sempat ditemukan peripih dari batu andesit.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X