Dikunjungi Kemendikbud Ristek RI, Ini Keunggulan SMPN 4 Jombang Yang Jadi Sekolah Percontohan Berbasis TIK

- Selasa, 29 November 2022 | 20:31 WIB
Saat Kepala SMPN 4 Jombang saat menerangkan ke Staf Kemendikbud dalam proses scanning barcode buku mata pelajaran di perpustakaan sekolah. Dan menerangkan keunggulan Batik Ecoprint milik sekolah.  (taufiqur/memo)
Saat Kepala SMPN 4 Jombang saat menerangkan ke Staf Kemendikbud dalam proses scanning barcode buku mata pelajaran di perpustakaan sekolah. Dan menerangkan keunggulan Batik Ecoprint milik sekolah. (taufiqur/memo)

Jombang, koranmemo.com - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Jombang mendapatkan kunjungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI) yang bakal menjadi sekolah percontohan pertama dengan mengunakan basis program TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan ekstrakulikuler khusus kesenian prakarya pembuatan Batik Eco Print.

Pada kunjungan kali ini di SMPN 4 yang berada di Jalan Mawar nomor 3 l, Desa Banjar Dowo, Kecamatan Jombang, Herman, sebagai Staf Kemendikbud Ristek didampingi oleh perwakilan Disdikbud Jombang, dan Kepala SMP Negeri 4 Jombang, Slamet Agus Tri Prastyo beserta para guru-guru pengajar, memperkenalkan satu persatu keunggulan di sekolah SMPN 4 ini.

Diantaranya, Perpustakaan berbasis teknologi dan pembuatan batik eco print yang khusus dibuat oleh sekolah ini. Bahkan, para siswa juga ada yang sudah berhasil membuat aplikasi game kuis soal-soal mata pelajaran.

Dalam kunjungan Staf Kemendikbud ke SMPN 4 Jombang, Herman mengutarakan bahwa baru pertama kali ini di kota santri tepatnya di sekolah unggulan SMPN4 Jombang.

Baca Juga: Berada di Ponpes Lirboyo, Kepala NPT: Waspadai Narasi Intoleransi Jelang Tahun Politik

Ketika dijelaskan oleh Kepala Sekolah beserta para gurunya tentang para siswa tidak masuk sekolah bisa dilihat dengan basic online. Hal ini, agar wali kelas maupun orang tua juga tahu jika anaknya tidak bersekolah hari ini.

Selain itu,  SMPN 4 ini juga memiliki ruangan perpustakaan berbasis informasi teknologi (IT) yang secara umum baru pertama kali dilihat oleh Herman.  

Di sebuah ruangan berukuran kurang lebih 15 meter kali 5 meteran ini, nampak modul buku-buku mata pelajaran yang hanya tergambar didinding saja tanpa ada buku bacaannya.

Di perpustakaan inilah para siswa-siswi bisa melakukan scanning barcode melalui handphone nya jika mencari buku mana yang dipilih oleh muridnya jika ingin membaca di ruangan perpustakaan.

Baca Juga: Hadapi Bencana, Kepala Dinsos Minta Relawan Kota Kediri Miliki Satu Tujuan yang Sama

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X