APBD Defisit Rp 200 Miliar, Pemkab Ponorogo Belum Ingin Beli Kendaraan Listrik

- Rabu, 30 November 2022 | 15:36 WIB
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat diwawancarai sejumlah wartawan
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat diwawancarai sejumlah wartawan

Ponorogo, koranmemo.com - Meski sudah ada instruksi presiden (inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Berbasis Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah namun Pemkab Ponorogo belum memiliki keinginan untuk mempunyai KBLBB.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, mengatakan bahwa sebenarnya pengadaan KBLBB sudah masuk dalam APBD 2023, namun terpaksa dicoret. Sebab kebutuhan kendaraan listrik tersebut bukan prioritas untuk saat ini.

"Masih ada prioritas lainnya, yakni kebutuhan infrastruktur sebagai kebutuhan dasar masyarakat," kata Bupti Sugiri, Rabu (30/11/2022).

Selain itu, Bupati Sugiri juga mengatakan bahwa postur APBD tahun depan defisit hingga Rp 200 miliar. Jika pun dipaksa untuk membeli KBLBB malah akan membebani keuangan daerah.

Baca Juga: Gelar Aksi, Puluhan Massa Minta Kemenkes Mencabut Izin PT Afi Farma di Kediri

"Tahun depan kita kencangkan ikat pinggang, dengan situasi seperti ini tentu hal itu tidak kita anggarkan," ungkapnya.

Kang Giri sapaan akrab bupati, juga menyebut bahwa satu kendaraan listrik jenis roda 4 dibandrol dengan harga Rp 300 juta lebih.

Harga tersebut belum dikalikan dengan pengadaan yang diperkirakan untuk unsur pimpinan di lingkup Pemkab Ponorogo.

"Jadi saya tidak mau memaksakan. Banyangkan harga Rp 300 dikalikan jumlah pimpinan, makanya saya pending dulu untuk saat ini," beber Kang Giri.

Baca Juga: Hanya 3 Hari! Cek Promo Hypermart Kediri Diskon Hingga 50 persen, Ini Daftar Barangnya

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X