Wajib Dicoba oleh Petani, Inovasi dari Trenggalek Cara Antisipasi Pupuk Mahal

- Kamis, 8 Desember 2022 | 15:58 WIB
Seorang petani tengah melintas di area permukiman sawah (angga/memo)
Seorang petani tengah melintas di area permukiman sawah (angga/memo)

Trenggalek, koranmemo.com - Harga pupuk dan pestisida yang mahal membuat sejumlah petani di Kabupaten Trenggalek putar otak.

Para petani di Kabupaten Trenggalek memanfaatkan pupuk organik cair dari bahan rumen atau isi perut kambing yang difermentasi dengan limbah sekitar rumah sebagai alternatif.

Selain lebih murah dan bisa dibuat dengan mudah, pemanfaatan pupuk organik cair itu bagi para petani di Kabupaten Trenggalek juga dinilai ramah lingkungan.

“Ada perubahan signifikan yang dirasakan para petani. Yang pertama, bisa menekan biaya produksi, karena pupuk dan pestisida buat sendiri lebih murah,” kata Penyuluh Pertanian Desa Wonoanti Kecamatan Gandusari, Hermawan Jatmiko, Kamis (8/12).

“Kemudian harga hasil produksi juga meningkat, nilai tawarnya lebih tinggi karena dianggap lebih sehat,” tambah Hermawan Jatmiko.

Baca Juga: Polres Ponorogo Ciduk 10 Tersangka Kasus Narkoba, Ada Pasutri

Untuk membuat pupuk organik cair itu juga cukup mudah. Pertama rumen kambing ditempatkan dalam sebuah wadah gentong untuk difermentasi dengan limbah sekitar rumah, seperti limbah organik.

Setelah menjadi dekomposer, macam-macam produk turunannya itu bisa dibuat untuk pupuk organik cair maupun pestisida nabati sebagai pengendali penyakit.

“Ini bisa menjawab tantangan saat harga pupuk dan pestisida mahal. Sebenarnya petani bisa membuat pupuk dan pestisida organik sendiri di rumah,” jelasnya.

“Namun untuk sementara ini masih ditingkat kelompok tani dan Gapoktan. Padahal lebih murah. Biasanya petani membeli sarana produksi Rp 60 ribu untuk 1 liter. Ini kebalikannya, uang Rp 60 ribu bisa buat sarana produksi 100 liter,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X