Antisipasi Penyebaran Penyakit LSD, Ini Yang Dilakukan Terhadap 2000 Sapi di Trenggalek

- Rabu, 18 Januari 2023 | 13:47 WIB
Petugas saat memeriksa kondisi kesehatan hewan ternak beberapa waktu lalu  (angga/memo)
Petugas saat memeriksa kondisi kesehatan hewan ternak beberapa waktu lalu (angga/memo)

 

Trenggalek, KORANMEMO.COM - Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek melakukan vaksinasi terhadap 2000 ekor sapi di Trenggalek sebagai antisipasi penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang dilaporkan sudah masuk ke wilayah Jawa Timur.

Vaksinasi itu diprioritaskan pada sapi perah dan nantinya bakal dilakukan secara bertahap menyeluruh pada hewan ternak sapi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Ririn Hari Setiani mengatakan, terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi sehingga pemberian vaksin pada sapi perah diutamakan meskipun jumlahnya lebih sedikit.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Nongkrong Baru di Pandaan, Calli Mera Cafe Tawarkan Nuansa Ala Santorini

Dari pendataan populasi ternak sapi terbaru, sapi perah berjumlah 6.877 ekor dari total 42.364 ekor sapi di Trenggalek.

“Dapat jatah suntik sementara masih untuk sapi perah 2000 dosis, karena sistem pemeliharaan sapi perah-kan banyak dalam satu kandang dan sangat berdampak sekali daripada sapi potong. Nanti bertahap, ini masih diusahakan dari Provinsi untuk minta tambahan vaksinasi LSD ke Kementerian,” kata dia, Rabu (18/1).

Ririn sapaan akrabnya menyebut, vaksinasi itu menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran penyakit LSD pada hewan ternak yang dilaporkan sudah terdeteksi di tiga wilayah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Sidoarjo, Gresik dan Blitar. Vaksinasi itu bisa dilakukan bersamaan dengan vaksinasi penyakit Mulut Kuku (PMK), karena proses penanganan penyakit PMK juga belum sepenuhnya tuntas.

Baca Juga: 15 SDN di Kabupaten Malang Dimerger, Berikut Daftarnya

“Dilaksanakan bersamaan pun bisa, vaksinasi LSD subcutan kalau PMK intra muscular. Untuk capaian vaksin PMK di Trenggalek, vaksinasi I sebanyak 4889 ekor, vaksinasi II sebanyak 9140 ekor dan vaksin III (afthomune) sebanyak 27.737 ekor. Revaksinasi sapi (+298) total 9719 ekor, kambing (+337) total 2228 ekor dan domba (+47) total 139 ekor. Perluasannya sapi (+276) total 8207 ekor, kambing (+462) total 6993 ekor dan domba (+106) total 451 ekor. Kalau vaksin LSD sekali saja,” imbuhnya.

Selain vaksinasi, pihaknya melakukan berbagai upaya pencegahan lainnya dengan memberikan sosialisasi kepada berbagai lapisan masyarakat. Lewat sosialisasi itu, Ririn berharap bisa memberikan gambaran kepada masyarakat tentang apa yang harus dilakukan sehingga penyakit LSD di Trenggalek bisa dicegah. Selain itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas jika mengetahui gejala atau ciri-ciri LSD. Pihaknya menegaskan agar masyarakat waspada terhadap penyakit LSD.

“Kita sosialisasikan lewat leaflet dan baner yang dipasang, kemudian KIE ke peternak dan pedagang sapi, juga di pasar-pasar dan lain sebagainya. Jika ada ternak mengarah pada gejala LSD, segera hubungi petugas medis veteriner terdekat. Atau bisa hubungi hotline Dinas Peternakan 0822-3190-3384 dan 0822-3254-9854. Alhamdulillah di Trenggalek belum ada temuan hewan ternak terpapar penyakit LSD,” pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X