Rp 17 Miliar Lebih Potensi Kerugian Negara dari Barang Hasil Tembakau Terselamatkan oleh KPPBC Kediri

- Rabu, 25 Januari 2023 | 21:14 WIB
KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri saat menggelar rilis pencapaian kinerja tahun 2022. (rizky/memo)
KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri saat menggelar rilis pencapaian kinerja tahun 2022. (rizky/memo)

Kediri, KORANMEMO.COM - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kediri  mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp 36,7 miliar lebih.

penerimaan negara selama tahun 2022 oleh KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri dengan rincian, bea yang masuk sebesar Rp 6,4 miliar lebih dan cukai sebesar Rp 36,7 miliar lebih.

KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri sendiri merupakan kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai yang memiliki wilayah kerja Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Jombang.

Selama tahun 2022, KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri berhasil melakukan 127 penindakan Surat Bukti Penindakan (SBP).

Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor Dominasi Bencana Alam di Tulungagung, Selama 2022 Terjadi Sebanyak 108 Kali

Rincian barang berupa hasil tembakau dengan jumlah SBP 95 jumlah dengan total 22.580.711 batang rokok senilai Rp 25,8 miliar lebih.  Sedangkan potensi kerugian negara sebesar Rp 17 miliar lebih.

Selanjutnya jenis barang EA/MMEA dengan 26 SBP jumlah total 305,6 liter diperkirakan nilai barang sebesar Rp 14 juta lebih dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 25 juta lebih.

"Sejauh ini dalam upaya pengawasan dan penindakan terhadap barang ilegal masih terus meningkat, baik yang bersifat preventif maupun represif," kata Sunaryo, Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri.

Sunaryo, mengungkapkan, selain melakukan tindakan represif berupa Operasi Gempur Rokok Ilegal yang dilaksanakan pada 12 September 2022 sampai 12 November 2022.

Baca Juga: Persik Kediri Datangkan Pemain Tangguh dari Brasil, Divaldo Alves: Dia Perancang Serangan Balik

KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri juga melakukan tindakan preventif untuk menurunkan tingkat peredaran rokok ilegal.

Di antaranya menjalin sinergi  dengan pihak terkait dalam rangka pemanfaatan DBH CHT di Bidang Penegakan Hukum dalam bentuk sosialisasi ketentuan di bidang cukai.

Kemudian kegiatan pengumpulan informasi peredaran rokok illegal dan operasi pasar bersama Bea Cukai dengan Pemerintah Daerah.

"Selanjutnya menjalin sinergi dengan Perusahaan Jasa Kiriman  untuk meningkatkan efektifitas dan awareness pengawasan terhadap distribusi rokok ilegal yang menggunakan jasa kiriman," ucapnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, sebagai upaya melindungi masyarakat dan memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran, sepanjang tahun 2022 telah melakukan pemusnahan terhadap barang hasil pelanggaran ketentuan perundang-undangan di bidang cukai.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X