• Selasa, 26 Oktober 2021

Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Bunda Fey Intensifkan Pendampingan Ibu Hamil Berisiko Tinggi

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:08 WIB
Ibu hamil berisiko tinggi saat dilakukan pendampingan dan pemantauan (protokol dan komunikasi pimpinan untuk koran memo)
Ibu hamil berisiko tinggi saat dilakukan pendampingan dan pemantauan (protokol dan komunikasi pimpinan untuk koran memo)
Kediri, koranmemo.com - Pendampingan dan pemantauan ibu hamil risiko tinggi terus dilakukan oleh TP PKK Kota Kediri bersama Dinas Kesehatan Kota Kediri. Upaya ini rutin dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Kota Kediri.
 
Ada beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan ibu dan bayi meninggal. Selain akibat penyakit bawaan, ada pula yang disebabkan keterlambatan dibawa ke fasilitas kesehatan sehingga perlu kerjasama berbagai pihak. Para ibu hamil yang berisiko tinggi sudah discreening oleh bidan yang ada di wilayahnya. Setiap ibu hamil yang memiliki risiko tinggi mendapat pendampingan sejak dini oleh bidan, anggota PKK, dan kader kesehatan.
 
Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar intensif melakukan pendampingan dan pemantuan ibu hamil resiko tinggi. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini ibu hamil risiko tinggi harus lebih dipantau. “Ini rutin setiap tahun kita lakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Kediri. Kita datangi satu per satu ibu hamil resiko tinggi ini untuk menanyakan keadaannya,” ujarnya Rabu (13/10).
 
Istri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ini yakin dengan pendampingan dan pemantauan secara rutin, resiko tinggi pada ibu hamil dapat diminimalisir. Pendampingan sejak dini oleh berbagai pihak seperti bidan, anggota PKK, dan kader kesehatan diharapkan gejala-gejala yang timbul bisa dideteksi dini dan segera mendapat penanganan “Kita ingin memastikan ibu-ibu hamil ini kelahirannya sudah terencana. Sejauh ini resiko tinggi para ibu hamil ini masih terkontrol. Ibu hamil ini harus terus dilakukan hingga nanti melahirkan. InsyaAllah kalau didampingi terus nyawa ibu dan bayi akan selamat,” pungkasnya.
 
Program kunjungan kepada ibu hamil resiko tinggi ini telah berjalan lagi setelah terhenti karena kebijakan PPKM bulan juni lalu. Pada Senin (11/10), pendampingan dan pemantauan dilaksanakan di Kelurahan Bawang, Ngletih, Tempurejo, dan Ketami. Lalu pada hari Selasa (12/10) di Kelurahan Banaran, Bangsal, Pesantren, Betet dan Blabak.
 
Reporter Achmad Saichu
Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Awas! Inilah 9 Dampak Jika Tubuh Kekurangan Vitamin C

Jumat, 22 Oktober 2021 | 11:27 WIB

Efek Samping Konsumsi Vitamin C, A, E Berlebih

Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:48 WIB

Inilah 5 Urutan Penggunaan Skincare Pagi Untuk Remaja

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:00 WIB

500 Ribu Lebih Nakes Telah Disuntik Vaksin COVID-19

Senin, 1 Februari 2021 | 20:25 WIB

Vaksin Penting untuk Membangun Imunitas Masyarakat

Selasa, 17 November 2020 | 20:36 WIB

Angka Sembuh dan Selesai Isolasi COVID-19 Meningkat

Jumat, 13 November 2020 | 17:41 WIB

Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19

Senin, 21 September 2020 | 10:11 WIB

Pemda Wajib Anggarkan Penanganan Corona di APBD

Selasa, 17 Maret 2020 | 16:53 WIB

WNA Positif Corona di Indonesia Meninggal

Rabu, 11 Maret 2020 | 15:44 WIB

Penularan Wabah Corona mendekati Akhir di China

Selasa, 10 Maret 2020 | 14:26 WIB
X