• Rabu, 8 Desember 2021

Komunitas Berbagi Nasi Kediri, Telah Melakukan Aksi Sosial Selama 7 Tahun

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:13 WIB
Kegiatan berbagi nasi Kediri yang dilakukan setiap hari Rabu malam. (bayu/memo)
Kegiatan berbagi nasi Kediri yang dilakukan setiap hari Rabu malam. (bayu/memo)

Kediri, koranmemo.com - Manusia sejatinya merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Oleh karena itu, rasa belas kasihan dan tolong menolong secara naluriah ada di hati manusia.

Rasa belas kasihan dan keinginan untuk membantu sesama ini merupakan cikal bakal dari terbentuknya Komunitas Berbagi Nasi Kediri tujuh tahun yang lalu. Berawal dari sekelompok mahasiswa yang berasal dari luar Kota Kediri dan memiliki keinginan yang sama, komunitas berbagi nasi Kediri akhirnya terbentuk.

Koordinator Berbagi Nasi Kediri, Montela Effendi mengatakan, ia sendiri bukan termasuk orang yang ikut mendirikan gerakan ini. Ia baru mulai tergabung pada tahun 2017 lalu setelah diajak oleh temannya.

“Komunitas ini murni berlandaskan suka rela sehingga tidak ada aturan baku yang mengikat. Siapa saja yang mau menyumbang nasi, air mineral, uang, kresek, ataupun tenaga dipersilakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, semua bentuk sumbangan itu kami terima, untuk sumbangan berupa uang, nantinya juga akan kami belanjakan dalam bentuk nasi atau. Tidak jarang juga instansi atau komunitas lain turut serta dalam kegiatan yang ia selenggarakan.

“Terkadang kami juga tidak hanya memberikan nasi saja, kami juga berikan hal lain seperti selimut, tergantung apa yang kira-kira dibutuhkan oleh mereka,” ujarnya.     

Menurutnya, Komunitas Berbagi Nasi Kediri ini merupakan komunitas sosial yang bisa menjadi tempat bernaung bagi para relawan, karena kesenangan saat bisa berbagi dengan sesama adalah hal yang tidak bisa dilukiskan dengan kata.

Relawan-relawan ini tidak hanya berasal dari wilayah Kediri saja, melainkan kota-kota lain juga. Seperti Probolinggo, Surabaya, Nganjuk dan masih banyak lagi. Tak hanya itu relawan-relawan tersebut juga datang dengan background yang berbeda-beda.

Montela mengatakan, anggota dari perkumpulan ini memiliki banyak sekali background, akan tetapi dengan perbedaan tersebut menjadikan perkumpulan ini semakin harmonis dan berwarna.

"Teman-teman relawan ini kebanyakan sudah memiliki background komunitas sendiri-sendiri. Ada yang dari backpacker, komunitas supporter Kediri, bahkan juga ada yang dari BEM Kediri Raya," tambahnya.

Anggota Relawan Berbagi Nasi akan berkumpul setiap Rabu malam mulai pukul 20.00 WIB. Saat ini aksi tersebut terpusat di depan Masjid Agung Kota Kediri.

“Dulunya memang sempat berubah-ubah tempat berkumpulnya karena terkendala PPKM, tapi saat ini kita berpusatnya di depannya Masjid Agung Kota Kediri,” jelasnya.

Setiap melakukan aksi, Relawan Berbagi Nasi Kediri setidaknya membagikan minimal 100 kotak nasi di beberapa titik. Di antaranya, sekitar Kantor Pos Kota Kediri, Semampir, Pasar Pahing, Stadion Brawijaya dan beberapa titik lainnya. Rute pembagiannya tergantung dengan jumlah donasi nasi yang diterima.

Kotak nasi yang dibagikan berasal dari sejumlah donatur atau bahkan dari anggota perkumpulan sendiri. Relawan Berbagi Nasi juga menerima donasi bukan hanya dalam bentuk nasi, namun juga bisa dalam bentuk uang dan minuman. Nantinya donasi uang yang didapatkan akan digunakan untuk aksi minggu selanjutnya.

Sasaran untuk setiap aksi yang dilakukan Relawan Berbagi Nasi Kediri adalah masyarakat yang membutuhkan. Diantaranya Tuna Wisma, Tukang Becak, dan lain-lain.

Montela Effendi mengatakan, untuk donatur yang ingin menyumbang bisa langsung menuju ke lokasi kumpul, yaitu di depan Masjid Agung Kota Kediri. Selain itu bisa juga menghubungi narahubung di nomor 085745552417 atau melalui Instagram @berbaginasi_kediri.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika
Editor: Della Cahaya

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Komunitas Mural Marul di Tulungagung

Jumat, 24 September 2021 | 07:00 WIB

Kotasejuk Nganjuk Selamatkan Sumber Mata Air

Jumat, 16 Oktober 2020 | 19:51 WIB
X