• Rabu, 8 Desember 2021

Yulia Nuriani, Dulunya Atlet Renang, Sekarang Desainer Berbakat

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:36 WIB
Yulia Nuriani, Desainer Fashion. (rizky/memo)
Yulia Nuriani, Desainer Fashion. (rizky/memo)

Kediri, koranmemo.com - Menjadi fashion desainer merupakan impian Yulia Nuriani, perempuan asal Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri sejak kecil.  Kini, perempuan yang lahir pada tahun 1999  silam ini mampu mempunyai beberapa penjahit yang dia pekerjakan.

Ria menceritakan, sebelum menekuni dunia fashion desainer, dia adalah seorang atlet renang. Kendati demikian, ketika masuk SMA kelas X, dia memutuskan untuk tidak meneruskan menjadi atlet renang.

 “Alasan meninggalkan renang karena saya ingin belajar desain yang dimulai dari desain baju prom sendiri. Jadi setelah lulus SMA kepikiran untuk dibawa kemana kesukaan atas dunia desain ini," katanya.

Setelah lulus SMA, Nuriani sempat mempunyai niat untuk mengasah hobi ataupun keinginannya di luar kota, namun ada kendala dari keluarga yang meminta agar dia belajar di Kediri saja.

Oleh karena itu, dia kuliah di Uniska sambil mengasah passion tersebut dengan belajar ke penjahit dan melihat instagram orang desainer terkenal, Youtube, vlog dan penjahit lokal.

“Sebenarnya saya menjahit sendiri bisa, tapi takutnya ada resiko. Akhirnya, saya mencari ibu rumah tangga untuk membantu menjahit," jelasnya.

Kata dia, soal ide, dia bisa mendapatkan pandangan sendiri, karena setiap melihat pemesan datang, dia sudah mengetahui apa yang dimaksud pemesan tersebut.

"Kalau punya referensi, semisal ada yang cocok dengan badannya, pemesan saya langsung arahin dan saya gambar desainnya. Setelah itu, membeli kain atau setor kain kepada saya," imbuhnya.

Dia juga sering mengunggah baju-baju kondangan lewat instagram. Ternyata ada banyak orang yang merespon dan menyukai. Akhirnya dia memutuskan  membuka BYNURAINI sebagai usaha di bidang jahit.

“Saat itu banyak customer yang minat dan tertarik saat melihat instagram saya,” ucapnya.

Sejak kuliah, anak pertama dari dua saudara ini mengaku mengalami kendala dalam pembagian waktu. Tetapi kalau dia meninggalkan usahanya takut vakum dan para pembeli bisa hilang.

Akhirnya ia memutuskan, untuk sama-sama berjalan yaitu mengerjakan desainnya pada sore hari hingga malam hari atau setelah kuliah.

"Alhamdulillah sampai saat ini saya bisa membagi waktu. Kalau lembur, mungkin bisa sampai malam hari," papar Nuraini.

Dia menambahkan, karya selama ini yang dirinya buat sudah mampu mencapai luar kota seperti Malang, Surabaya, dan Jakarta. Selain, itu beberapa pejabat Pemerintah Kota Kediri juga sering menjahit bajunya kepada dirinya.

Dalam satu bulan, dia mampu menghasilka karyanya sebanyak 8 hingga 12 desain dengan model berbeda.

"Alhamdulilah untuk penghasilan selama ini sebagian saya tabung dan berharap ke depannya bisa punya store sendiri dan usaha saya yang sudah dijalani ini bisa tetap berkembang," pungkasnya.

Reporter:Rizky Rusdiyanto
Editor: Della Cahaya

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Pantomim Mudah Dilakukan Untuk Semua Umur

Senin, 15 November 2021 | 21:14 WIB

Pekerjaan yang Cocok Sesuai Hari Lahir

Minggu, 14 November 2021 | 09:45 WIB

Inilah Hari Jelek untuk Bepergian yang Harus Dihindari

Minggu, 14 November 2021 | 09:42 WIB

12 November, Selamat Hari Ayah Nasional!

Jumat, 12 November 2021 | 09:15 WIB

Erna Wahyunani, Pengrajin Barang Rajutan

Kamis, 28 Oktober 2021 | 07:00 WIB
X