• Kamis, 27 Januari 2022

Cerita Agung Prasetyo, dari Petani Menjadi Perajin

- Rabu, 12 Januari 2022 | 05:00 WIB
Agung Prasetyo saat menunjukkan kerajinan unik hasil buatannya. (istimewa)
Agung Prasetyo saat menunjukkan kerajinan unik hasil buatannya. (istimewa)

Kediri, koranmemo.com - Bonggol bambu selama ini hanya dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah yang tidak mempunyai manfaat maupun nilai jual. Namun, di tangan Agung Prasetyo asal Desa Gampeng Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, limbah bonggol ini bisa menjadi kerajinan unik bernilai rupiah.

Pria berusia 45 tahun ini menceritakan, kerajinan unik yang dia buat dengan bahan limbah bonggol dan batang bambu berawal dari keprihatinan potongan bambu dan bonggol yang dibuang di area persawahan sekitar rumahnya.

"Saat pulang saya sering lihat tumpukan bonggol dan potongan bambu berserakan. D isitu saya berpikir bagaimana caranya agar bisa dimanfaatkan dengan baik," jelasnya.

Dia mempunyai ide dengan memanfaatkan limbah tersebut untuk dijadikan kerajinan unik. Untuk itu da harus belajar secara otodidak sejak empat bulan lalu dengan mengumpulkan bahan-bahan tersebut dari sawah sekitar rumahnya. Selanjutnya, ia memilah untuk memilih batang bambu maupun bonggol yang mempunyai kualitas baik.

Baca Juga: Pengajuan Dispensasi Pernikahan Dini di Ponorogo Meningkat, Didominasi Hamil di Luar Nikah

"Awal mencoba sebenarnya ragu sedikit karena belum ada pengalaman. Itu pun sempat membuat saya kebingungan," ujar pria disapa akrab Agung ini.

Seiring berjalannya waktu, Agung mempunyai inovasi untuk mengubah limbah bonggol menjadi bentuk karakter hewan seperti ular, kayak, burung, dan ikan. Ide tersebut dia lakukan agar kerajinan dapat terlihat unik dan menarik perhatian masyarakat. Sedangkan batang bambu dibentuk menjadi aneka lampu lampion dan tempat pembuangan abu rokok atau dikenal asbak.

"Walaupun proses awal pembuatan lumayan lama, alhamdulillah hasilnya bagus sesuai dengan keinginan," ucapnya.

Ketika hasil karyanya selesai, Agung mulai meletakkan kerajinan unik itu di depan rumahnya sebagai hiasan. Rupanya, temannya yang pada waktu itu melintas dan berkunjung di rumahnya ternyata tertarik untuk membeli kerajinan. Teman Agung mengaku alasan minat hasil karya buatannya karena dinilai menarik dan unik serta jarang ditemukan.

Baca Juga: Diduga Depresi, Pemuda Tulungagung Nekat Ceburkan Diri ke Sumur Sedalam Delapan Meter

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Jinichi Kawakami, Ninja Terakhir di Jepang

Sabtu, 22 Januari 2022 | 17:00 WIB

Sutarji, Pemilik Museum Benda Antik di Aryojeding

Rabu, 19 Januari 2022 | 05:10 WIB

Cerita Agung Prasetyo, dari Petani Menjadi Perajin

Rabu, 12 Januari 2022 | 05:00 WIB

Tampil Cantik dengan Gelang Anyaman Tali Satin

Jumat, 7 Januari 2022 | 18:15 WIB
X