Desa Kauman Sidayu, Desa Terkecil di Indonesia yang Ada Masjid Kanjeng Sepuh

- Sabtu, 17 September 2022 | 09:54 WIB

Koranmemo.com - Ketika umumnya sebuah desa memiliki wilayah yang lebih luas dari satu RT/RW, desa di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini justru luasnya hanya seperti satu RT. Desa ini adalah Desa Kauman, yang disebut sebagai desa terkecil di Indonesia.

Letak Desa Kauman berada di sebelah barat Alon-alon Sidayu. Luas Desa Kauman hanya 4,06 hektare. Desa ini hanya memiliki 673 penduduk, dengan 137 KK. Jika berkeliling desa ini sambil menghitung jumlah rumah, hingga tahun ini, hanya ada 99 rumah yang berpenghuni.

Kendati demikian, penduduk di Desa Kauman sangat produktif. Para penduduk desa terkecil di Indonesia ini memproduksi makanan khas Gresik, yakni Bonggolan. Mereka juga memproduksi kerupuk Sidayu yang laku keras di pasaran.

Baca Juga: Album Born Pink BLACKPINK Terjual 1 Juta Keping Hanya Dalam Sehari, Pertama Dalam Sejarah Girl Group K-POP

Pada masa kejayaannya dulu, Desa Kauman dikenal sebagai daerah penghasil sarang burung walet. Makanya bukan hal yang aneh jika banyak penduduk asli di Desa Kauman yang taraf ekonominya sangat baik.

Di Desa Kauman juga terdapat sebuah wisata religi, yakni Masjid Kanjeng Sepuh. Sebuah sumber menyebutkan, masjid ini dibangun pada tahun 1759 masehi. Pendirinya adalah penguasa Sidayu, Raden Kromo Widjojo dan dilanjutkan R.A.A. Soeroadiningrat III, yang kemudian dikenal dengan Kanjeng Sepuh. Sosok Kanjeng Sepuh ini dimakamkan di belakang masjid tersebut bersama dengan penguasa Sidayu lainnya.

Baca Juga: Yunita Rafika Sari, Pengacara Cantik yang Juga Ketua TP PKK, Ternyata Ini Hobinya

Karena letaknya cukup strategis dan dekat dengan banyak madrasah atau pondok, maka di Desa Kauman juga ada banyak santri yang bermukim di rumah warga. Misalnya, seperti di rumah Kaji Khuluq. Sampai sekarang, dia masih menampung beberapa anak usia SD di rumahnya.

Kaji Khuluq dikatakan ikut merawat banyak santri mulai dari kecil hingga lulus. Meskipun sudah tidak seramai dulu, namun sampai saat ini Kaji Khuluq dan sejumlah warga lainnya masih dengan senang hati merawat anak-anak santri dari madrasah atau pondok sekitar.

Editor: Della Cahaya P.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

6 Mitos Jawa yang Masih Dipercaya Sampai Sekarang

Minggu, 15 Januari 2023 | 17:47 WIB
X