• Rabu, 8 Desember 2021

Konsisten Lestarikan Permainan Tradisional di Era Modern

- Jumat, 30 Agustus 2019 | 11:16 WIB
Konsisten Lestarikan Permainan Tradisional di Era Modern
Konsisten Lestarikan Permainan Tradisional di Era Modern

Trenggalek, Koranmemo.com - Ratusan peserta dari berbagai kalangan mengikuti lomba permainan tradisional di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha, Jumat (30/8). Lomba permainan tradisional ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke 825. Selain untuk mencari bibit berkualitas, kegiatan ini sekaligus menjadi media untuk melestarikan permainan tradisional di era modern.


Edianto, Ketua Federasi Olahraga Rekreasi masyarakat Indonesia (FORMI) Trenggalek mengatakan, kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya kegiatan ini syarat manfaat sehingga harus terus dilestarikan. “Selain meningkatkan kebersamaan tentunya juga menyehatkan,” ujar pria yang juga sebagai ketua penyelenggara kegiatan tersebut.


Sedikitnya sebanyak lima permainan meliputi dagongan, panjat pinang, egrang, terompah hingga tarik tambang diperlombakan. Permainan tradisional itu dipilih karena dianggap potensial. Misalnya seperti permainan dagongan yang memiliki kompetisi berjenjang. “Ada yang sampai tingkat Nasional. Nanti yang bagus, kita sisihkan. Ketika ada kompetisi kita ikutkan,” jelasnya.


Bukan hanya diikuti kalangan pelajar di Trenggalek, permainan tradisional itu juga diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mulai PNS Pemkab Trenggalek hingga masyarakat umum. Perlombaan itu dibagi menjadi beberapa kategori. “Kurang lebihnya ada sekitar 150 peserta, umum. Ada juga yang PNS hingga pelajar. Untuk panjat pinangnya besok,” pungkasnya.


Dia menyebut akan terus konsisten mengadakan kegiatan seperti ini. Perlombaan ini sebagai upaya untuk terus melestarikan permainan tradisional agar tetap eksis di era modern. Sebab, selain permainan tradisional Indonesia kaya akan budaya dan sejarah. “Ini juga sebagai jati diri kita. Harapannya terus eksis sehingga nantinya agar tidak dicaplok (diklaim),” kata Edianto.


Salah satu peserta, Rizky (17) mengaku senang dapat mengikuti kegiatan seperti ini. Menurutnya kegiatan ini memberikan banyak manfaat utamanya mengurangi kecanduan penggunaan gadget pada anak yang telah merambah. “Senang dan seru. Selain di rumah (lomba Agustus), saya harap di sini (Pendopo) juga rutin diselenggarakan. Karena banyak yang suka,” pungkasnya.


Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Terkini

Daftar Lengkap Pemenang Asia Artist Awards (AAA) 2021

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:51 WIB

Kim Jae Hwan Rilis Mini Album Keempat 27 Desember!

Rabu, 1 Desember 2021 | 09:45 WIB

Eternals dari MCU Bakal Tayang di Disney+ Januari 2022

Senin, 29 November 2021 | 15:14 WIB
X