• Selasa, 26 Oktober 2021

Jaringan Jual Beli Satwa Dilindungi Diungkap Polda Jatim, Pelaku dari Tulungagung dan Jember

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:52 WIB
Press Conference Polda Jatim
Press Conference Polda Jatim

Surabaya, koranmemo.com - Unit I Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem (KSDAHE) yang terjadi di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Jember. Puluhan binatang, baik mati maupun diamankan sebagai barang bukti (BB).

Pengungkapan di Tulungagung, terjadi di Dusun Sodo, RT 01/RW 01, Desa Sodo, Kecamatan Pakel. Di Jember terjadi di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa dan di Dusun Krajan RT 08/ RW 07, Kelurahan Glagahwero, Kecamatan Kalisat.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Rabu (13/10/2021). Hasil pengungkapan, kata dia, dua pelaku telah diamankan. Dari tersangka VRW (29), diamankan satu handphone, dua buku tabungan, dua satwa lutung jawa hidup dan dua lutung jawa keadaan mati. Kemudian seekor binturong keadaan hidup, seekor burung rangkong hidup dan kemasan bekas pembungkus pengiriman satwa.

Barang bukti dari tersangka SFSS (25), yakni dua HP,dua buku  tabungan, enam burung rangkok anakan, seekor binturong, seekor landak, seekor musang rase, tiga sangkar besi dan empat keranjang plastik.

Kronologinya, kata Gatot, pada Selasa (5/10), sekitar pukul 19:30 WIB. Tim Unit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan pelaku berinisial VRW di rumahnya daerah Dusun Sodo RT 01/ RW 01, Desa Sodo, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. “Kemudian pengembangannya terus dilakukan," kata Gatot, Rabu (13/10/2021).

Berdasarkan keterangan VRW, Rabu (6/10) sekitar pukul 02.15 WIB dikembangkan ke pelaku SFSS di rumahnya di Dusun Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, dan di Dusun Krajan II RT 08/ RW 07, Kelurahan Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.

"Kedua tersangka diamankan karena melanggar dasar hukum terkait jual beli satwa dilindungi dalam keadaan hidup dan mati," imbuhnya.

Sementara itu Kasubdit IV Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Oki Ahadian Purwono, menambahkan jika pengungkapan berawal dari pelaku VRW dan dikembangkan kepada pelaku SFSS.

"Kedua tersangka ini sering melakukan jual beli satwa dilindungi baik keadaan hidup maupun mati," bebernya.

Peran mereka, ujar Oki, bersama mencari atau membeli hewan yang kemudian dijualnya kembali melalui media sosial (medsos). "Kami kembangkan terhadap tersangka untuk mengungkap jaringan lainnya," tegasnya.

Reporter: M Fauzi
Editor: Gimo Hadiwibowo

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Antar Pesanan, Pengedar Sabu Diringkus Polisi

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 19:29 WIB

Bobol Rumah Tetangga Curi Ponsel, Pemuda Gaeng Dibui

Senin, 18 Oktober 2021 | 10:52 WIB
X