• Senin, 29 November 2021

Tak Tahan 2 Tahun Jadi Budak Nafsu Kakak Ipar, Warga Sukabumi Kabur ke Kota Kediri

- Rabu, 24 November 2021 | 12:05 WIB
Korban didampingi ayah angkat dan aktifis perlindungan saat melapor di DP3AP2KB Kota Kediri. (dio/memo)
Korban didampingi ayah angkat dan aktifis perlindungan saat melapor di DP3AP2KB Kota Kediri. (dio/memo)

Kediri, koranmemo.com - Diduga karena tidak tahan selama dua tahun menjadi budak nafsu kakak ipar, D (19), warga Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, kabur ke Kota Kediri.

Di daerah tempat tinggalnya D malah dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Nagrak.

D saat ini berada di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB ) Kota Kediri.

Gadis cantik tersebut melarikan diri dari rumah karena diduga berkali-kali dipaksa melayani nafsu bejat kakak iparnya sejak kelas dua SMA.

Saat dikonfirmasi pada hari Rabu (24/11) pagi pukul 09.00 WIB, D ( korban ) didampingi ayah angkatnya, Sutiyono menceritakan bahwa kepergiannya dari rumah bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seks Siswi SPI, Dewan Minta Pemkot Batu Bentuk Tim Investigasi Independen

Baca Juga: Antisipasi Bencana, Pemkab Ngawi Dirikan Posko Tanggap Darurat

"Saya sejak kecil ikut dan tinggal di rumah kakak kandung bersama suaminya, dan kepergian saya dari rumah karena saya sudah tidak tahan selama sekitar dua tahun menjadi budak nafsu kakak ipar yang bernama JHD (50), saya pertama kali diperkosa pada saat kelas 2 SMA, saat itu kejadiannya malam hari tanggal dan hari saya lupa, kalau tidak salah awal bulan Oktober 2019 saya diperkosa pertama kali dengan ditarik rambut saya dan diancam disuruh pergi dari rumah serta akan disiram air panas bila tidak menuruti nafsu bejatnya, " ungkap D.

“Sejak saat itu saya hampir setiap malam terus dipaksa melayani nafsu bejatnya paling sedikit dua kali dalam satu minggu kakak ipar selalu masuk kamar melalui jendela sekitar jam 24.00 WIB, ketika kakak kandung dan keponakan saya sudah tertidur lelap, " tambah D.

D pernah bercerita ke kakak kandungnya kalau dia sering diperkosa sama suaminya, tapi  kakak ipar D membantah dan D malah difitnah katanya dia hamil karena orang lain.

“Saya berani bersumpah demi Allah SWT, kalau apa yang saya katakan itu benar apa adanya, kalau semua tidak percaya silahkan di test DNA bila bayi yang saya kandung ini adalah darah daging JHD, kakak ipar saya, " kata D.

D (korban) berharap semoga di Kota Kediri ini ada yang peduli dengan nasibnya yang malang, saat ini korban tidak berani pulang karena takut dibunuh kakak iparnya.

“Semoga kakak ipar saya mendapat hukuman yang setimpal karena telah memperkosa saya sejak kelas dua SMA, " harap D.

Aktifis perlindungan anak yang juga Ketua Ormas DPD PEKAT IB Kota Kediri, Roy Kurnia Irawan mengatakan, mendapat pengaduan dari salah seorang sahabat dimana ada anak gadis yang melarikan diri dari rumah karena diduga tidak tahan menjadi budak nafsu kakak iparnya selama bertahun-tahun.

Dan ternyata anak gadis tersebut berasal dari Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat, mengingat oleh keluarganya anak tersebut sudah dilaporkan hilang maka saya segera berkordinasi dengan DP3A2KB dan anggota Polres Kediri Kota, kondisi kejiwaan anak tersebut saat ini sangat terguncang hebat butuh pendampingan extra. Sangat tidak manusiawi bila orang yang seharusnya merawat dan menjaganya malah merusak masa depannya, " kata Roy Kurnia Irawan.

Aktifis Kota Kediri yang diwakili oleh Roy Kurnia Irwawan juga akan berkordinasi dengan jaringan rekan-rekan aktifis peduli anak di Jawa Barat agar membantu mendampingi kasus tersebut, semoga pelakunya bisa secepatnya dijebloskan ke penjara dan mendapatkan hukuman yang setimpal. Mengingat Tempat Kejadian Perkara nya berada diluar propinsi Jawa Timur maka kami juga berkordinasi dengan berbagai pihak dari dinas terkait.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A ) Kota Kediri.

Diwakili Fera Ayu Delima dan Ebi Yantoro yang menerima laporan tersebut, mengatakan laporan sudah diterima.

"Karena ini menyangkut TKP nya berada di luar provinsi maka kami juga akan berkordinasi dengan berbagai pihak terutama kepolisian dan DP3AP2KB Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat, saat ini korban akan kami dampingi secara psikologis, kesehatannya dan kami juga memberikan bantuan advokasi hukumnya, serta sementara akan kami tempatkan di "Rumah Aman" dimana hanya keluarga dan kami selaku pendamping yang tahu tempatnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan aktifis yang peduli terhadap anak gadis tersebut, " terang Ebi dan Fera.

Reporter : Dio Alif Utama Veri Pradana
Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Viral, ABG Congkel Kotak Amal Masjid Darul Mutaqqin

Sabtu, 27 November 2021 | 11:19 WIB

Edarkan Sabu, Warga Mojoroto Diancam Denda Rp 800 Juta

Jumat, 26 November 2021 | 11:25 WIB

Modus Berdoa Berdua, Oknum Pemuka Agama Berbuat Cabul

Senin, 22 November 2021 | 18:07 WIB
X