• Senin, 29 November 2021

Polres Malang Kota Tetapkan Tujuh Tersangka Pengeroyokan dan Pemerkosaan

- Kamis, 25 November 2021 | 15:15 WIB
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo. (istimewa)
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo. (istimewa)

Malang, koranmemo.com - Polresta Malang Kota telah menetapkan tujuh tersangka dari 10 terduga pelaku dalam kasus pemerkosaan dan pengeroyokan terhadap seorang anak panti asuhan di Kota Malang.

Namun dari ketujuh tersangka itu, hanya enam yang ditahan, sementara satu tersangka lainnya tak ditahan.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo menjelaskan bahwa satu orang tersangka itu tak dapat ditahan lantaran usianya masih di bawah 14 tahun.

“Satu orang tidak kami lakukan penahanan, karena anak tersebut masih berumur di bawah 14 tahun. Dengan UU Peradilan Anak di Pasal 32 bahwa anak dibawah umur 14 tahun tidak dapat dilakukan penahanan,” jelasnya,Kamis (25/11).

Baca Juga: Jadikan Wanita Bawah Umur Sebagai PSK, Subdit IV Renakta Ringkus Mami Ambar

Baca Juga: Selewengkan Dana Desa Rp 240 Juta, Kades Tulus Ditangkap Kejaksaan

Sedangkan keenam tersangka yang terdiri dari satu tersangka pemerkosaan dan lima tersangka pengeroyokan telah dilakukan penahanan di sel Mapolresta Malang Kota.

“Peran mereka pertama terkait pemerkosaan sudah jelas. Kemudian terkait penganiayaan ada yang bagian memukul, ada yang menendang, ada yang menyuruh bahkan juga ada yg memvideo. Disitu sudah kami tetapkan dan kita jadikan sebagai tersangka berdasarkan peranan tersebut,” ungkapnya.

“Ancaman hukumannya yang pemerkosaan lima sampai 15 tahun penjara. Kalau penganiayaan ancamannya 7 tahun,” imbuhnya.

Sementara itu, tiga dari 10 terduga pelaku pengeroyokan telah dipulangkan lantaran tak terbukti turut melakukan penganiayaan. Disebutkan, tiga orang tersebut berstatus sebagai saksi.

“Tiga orang kami kembalikan ke orangtuanya dan untuk dijadikan sebagai saksi dalam perkara tersebut,” tuturnya.

“Berdasarkan hasil gelar perkara kami, kami juga telah berkoordinasi dengan beberapa ahli bahwa tiga orang tersebut memang tidak ada peranan. Mereka hanya menonton kejadian tersebut, belum memenuhi unsur Pasal 170 ayat 2 ke 1 E,” tandasnya.

Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Viral, ABG Congkel Kotak Amal Masjid Darul Mutaqqin

Sabtu, 27 November 2021 | 11:19 WIB

Edarkan Sabu, Warga Mojoroto Diancam Denda Rp 800 Juta

Jumat, 26 November 2021 | 11:25 WIB

Modus Berdoa Berdua, Oknum Pemuka Agama Berbuat Cabul

Senin, 22 November 2021 | 18:07 WIB
X