• Senin, 29 November 2021

Gasak Motor Saat Hadiri Tahlilan, Pria Asal Kauman Diamankan Polisi

- Kamis, 25 November 2021 | 18:02 WIB
Andi Haritanto (47) yang hanya tertunduk lemas saat diamankan oleh petugas kepolisian. (Polsek Kedungwaru)
Andi Haritanto (47) yang hanya tertunduk lemas saat diamankan oleh petugas kepolisian. (Polsek Kedungwaru)

Tulungagung, koranmemo.com - Andi Hariyanto (47) warga Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, terpaksa diamankan polisi usai menggasak motor di acara hajatan pada Senin (8/11) lalu.

Diketahui, pelaku rupanya saat itu juga sedang menghadiri acara hajatan yang sama.

Kapolsek Ngantru, AKP Pudji Widodo mengatakan, korban dari peristiwa tersebut yakni Agus Supriadi (47) warga Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru.

Saat itu, korban dan anaknya sedang menghadiri acara hajatan di rumah saudaranya di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru sekitar pukul 19.30 WIB.

Baca Juga: Percepat Herd Immunity, Ratusan Santriwati Disuntik Vaksin

Baca Juga: Gubernur Jatim Ajak Kegiatan Gotong Royong Nanduri Gunung

Saat itu, korban mengendarai sepeda motor new honda vario  nopol AG 3106 REW. Namun saat acara hajatan berlangsung, anak korban hendak keluar sebentar yang mana usai kembali. Anak korban memarkirkan sepeda motor tersebut di halaman depan rumah.

"Karena itu rumah saudaranya, jadi dia merasa aman, sehingga menaruh kunci motor di atas galon tidak jauh dari lokasi motor diparkir," kata AKP Pudji Widodo, Kamis (25/11).
 
Dijelaskannya, setelah acara tahlilan selesai, korban tidak melihat sepeda motornya terparkir di halaman depan rumah.

Korban yang bingung akhirnya menanyakan keberadaan sepeda motor tersebut kepada anaknya.

Anak korban juga terkejut lantaran sepeda motor yang diparkirnya di halaman depan rumah tidak ada yang mana kunci motor yang semula ditaruh di atas galon pun juga hilang.

Korban yang panik segera menanyai orang-orang perihal keberadaan motornya. Berdasarkan keterangan seseorang, motor tersebut dibawa oleh seorang pria yng juga menghadiri hajatan.

Saat korban mendapatkan ciri-ciri pelaku yang membawa lari motornya, rupanya korban mengenali sosok yang membawa motornya tersebut.

"Pelaku dan korban memang baru kenal karena menghadiri acara hajatan itu," jelasnya.

Pudji mengungkapkan, usai kejadian tersebut, korban tidak langsung melaporkan peristiwa pencurian yang dialaminya kepada pihak kepolisian lantaran masih menunggu etikat baik dari pelaku.

Namun karena pelaku justru tidak bisa dihubungi dan sepeda motor juga tidak kunjung dikembalikan, korban yang geram akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngantru pada Selasa (23/11/2021) pukul 10.00 WIB.

Menurut Pujdi, dalam mengungkap pelaku dari kasus tersebut rupanya tidak butuh waktu lama. Pasalnya, tiga jam usai dilaporkan, petugas berhasil mengamankan pelaku di rumah mertuanya di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. "Pelaku langsung kami amankan dan dibawa ke Polsek Ngantru," ungkapnya.

Berdasarkan hasil penangkapan pelaku, petugas kepolisian hanya mengantongi barang bukti uang senilai Rp 35 ribu sisa dari hasil pencurian sepeda motor milik korban. Diketahui berdasarkan introgasi yang dilakukan petugas terhadap pelaku, rupanya motor tersebut dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pelaku.

Menurut Kapolsek, atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materil sebesar Rp 22 juta. Dengan demikian, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal  363 Ayat 1 ke 3e dan 5e KUH Pidana.

"Untuk keberadaan sepeda motor, masih kami lakukan pengembangan untuk mengungkap penadahnya. Untuk pelaku diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara," pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Viral, ABG Congkel Kotak Amal Masjid Darul Mutaqqin

Sabtu, 27 November 2021 | 11:19 WIB

Edarkan Sabu, Warga Mojoroto Diancam Denda Rp 800 Juta

Jumat, 26 November 2021 | 11:25 WIB

Modus Berdoa Berdua, Oknum Pemuka Agama Berbuat Cabul

Senin, 22 November 2021 | 18:07 WIB
X