• Senin, 26 September 2022

Penipuan transaksi online Apakah Bisa Dipidana ? Berikut Ini Penjelasannya

- Jumat, 8 April 2022 | 13:58 WIB
Penipuan transaksi online Bisa Dipidana (Pexels/Sora Shimazaki)
Penipuan transaksi online Bisa Dipidana (Pexels/Sora Shimazaki)

koranmemo.com - Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi banyak orang yang berbisnis, berdagang via online menggunakan jejaring sosial. Banyak juga yang akhirnya menjadi korban penipuan transaksi online.

Penipuan transaksi online kasusnya seperti ketika sudah sepakat untuk transaksi, begitu uang ditransfer ke rekening tertentu, barang tidak dikirim atau diberikan.

Contoh lain penipuan transaksi online adalah kasus SMS nyasar berisi link atau tautan yang ketika dibuka akan mengarah ke Call Center abal-abal. Saat dihubungi ada pemaksaan pembayaran atau transaksi.

Baca Juga: Sayur Lodeh Sarden ala chef Devina Hermawan, Menggugah Selera, Ini Resepnya

Lantas bisakah penipu atau penjual barang tersebut dipidana ?

Dihimpun dari laman resmi Polri, penjual yang berdagang secara online, tetap bisa dipidana jika melakukan penipuan.

Dapat dijerat dengan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, akan tetapi dapat juga dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Penipuan secara online pada prinsipnya sama dengan penipuan konvensional. Yang membedakan hanyalah pada sarana perbuatannya yakni menggunakan Sistem Elektronik (komputer, internet, perangkat telekomunikasi).

Baca Juga: Penting dan Perlu ! Berikut Ini Tips Lolos Seleksi Penerimaan Anggota Polri

Sehingga secara hukum, penipuan secara online dapat diperlakukan sama sebagaimana delik konvensional yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Halaman:

Editor: Ulul Hadiyin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

6 Polda Usut Kasus Dugaan Penyalahgunaan BBM

Kamis, 7 April 2022 | 23:29 WIB

Densus 88 Bekuk 16 Terduga Teroris di Sumbar

Sabtu, 26 Maret 2022 | 22:03 WIB
X