• Kamis, 20 Januari 2022

Panen Kopi Excelsa Sambil Ngopi Bareng Untuk Ungkapan Syukur

- Senin, 21 September 2020 | 23:55 WIB
Panen Kopi Excelsa Sambil Ngopi Bareng Untuk Ungkapan Syukur
Panen Kopi Excelsa Sambil Ngopi Bareng Untuk Ungkapan Syukur

Cerita Petani Kopi Excelsa Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam

Jombang, koranmemo.com - Masa panen adalah saat-saat yang paling dinanti oleh para petani kopi Excelsa di lereng Gunung Anjasmoro. Ketelatenan dan penantian panjang mereka selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Untuk merayakannya, tidak jarang para petani kopi ini duduk santai sambil menikmati segelas kopi kebanggaan Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam ini.


Kebun kopi Excelsa di Dusun Mendiro ini luasnya mencapai 3 hektare.  Setiap panen, para petani kopi bisa memetik buah kopi terbaik berwarna merah ini kurang lebih 5 kuintal.  Bulan ini, adalah bulan pertama mereka panen sejak pandemi Covid-19.


Sesuai tradisi mereka, setiap kali panen mereka akan "ngopi" bersama sambil bersyukur tahun ini mereka masih bisa panen lagi bersama-sama.  Maklum, di masa pandemi, semua orang menjadi takut meninggalkan rumah, takut berkumpul dan takut melakukan aktivitas normal seperti biasanya.


"Tapi alhamdulillah, dengan tetap menerapkan jaga jarak dan memakai masker selama panen, panen tahun ini berjalan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Tumian (50) yang sudah mulai bertani excelsa sejak 10 tahun yang lalu.


Tumian mengatakan, petani kopi di Dusun Mendiro ini tergolong kompak-kompak. Tidak seperti di pedesaan pada umumnya, anak muda di dusun ini juga banyak yang tertarik untuk bertani kopi.



Baca Juga: Sensasi Unik Makan Mie Wajan

Seperti Ridho yang baru saja lulus SMA tahun ini. Setelah lulus, dia mengaku lebih senang bekerja di perkebunan kopi milik saudaranya sendiri daripada mengadu nasib di kota besar.  Dia mengaku tumbuh besar bersama kopi, dan ingin mendapatkan rezeki dari kopi pula.  Salah satunya dengan menjadi petani kopi.


Ridho mengatakan, dia menikmati masa-masa sebelum panen ketika dia harus merawat jajaran pohon kopi excelsa di kebun Tumian. Mulai dari pemupukan dengan kotoran hewan dicampur dengan formula pupuk organik sampai pengolahan tanahnya.


"Untuk menghasilkan kopi excelsa dengan kualitas terbaik di Wonosalam, tanah tempat menanamnya juga tidak boleh diperlakukan sembarangan," ujar Ridho.


Kemudian, saat musim panen tiba, ada kepuasan tersendiri ketika melihat buah kopi excelsa dari pohon-pohon dia rawat berwarna merah sempurna. Menurutnya, semakin merah warnanya, maka semakin bagus pula kualitasnya.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

X