• Rabu, 8 Desember 2021

Stadion Luzhniki, Moscow. Tempat Final Piala Dunia 2018

- Minggu, 15 Juli 2018 | 16:49 WIB
Screenshot_20180715-164642_Google_crop_359x199-800x443
Screenshot_20180715-164642_Google_crop_359x199-800x443

Rusia, koranmemo.com - Final Piala Dunia2018 di Rusia, penunjukan Stadion Luzhniki, Moscow sebagai tempat puncak perhelatan akbar tersebut tidak asal pilih namun dipandang berbagai sisi. Stadion yang juga pernah dipakai final Piala Champions 2008 yang mempertemukan Manchester United dan Chelsea,mempunyai kapasitas 81.000 tempat duduk.


Dalam sejarahnya bagian dalam stadion dihancurkan dan dibangun kembali sejak 2013, tetapi untuk atap stadion baru ditambahkan pada 1996, dan bagian luar yang ikonik tetap sama dan di-integrasikan dengan struktur baru ini akan menjadi penentu siapa yang berhak menyandang gelar jawara kompetisi empat tahunan untuk edisi ke-21.


Ada beberapa fakta menarik yang tersimpan mengiringi masa-masa stadion tersebut mulai dari masa Uni Soviet hingga "diwariskan" ke Rusia kini. banyak cerita unik yang tersimpan mengiringi masa-masa stadion tersebut
Berikut ini bebrapa fakta menarik tentang Stadion Luzhniki seperti dihimpun dari berbagai sumber.


Berkaitan erat dengan padang rumput
Apa kaitan padang rumput dengan stadion sepak bola, pada tahun 1954, para arsitek dan insinyur yang ditunjuk oleh pemerintah berkumpul di lokasi tempat bakal stadion yang berada tepat di pinggir Sungai Moskow.


Area tersebut dulunya adalah padang rumput cukup luas serta terletak dekat pusat kota. Alhasil, mereka punya banyak ruang tersisa untuk merancang jalur transportasi.


Entah tak ingin banyak berpikir atau mencari nama mudah diingat, Luzhniki yang jika diartikan kurang lebih adalah "padang rumput" pun terpilih dengan suara bulat stadion yang dibangun memakai nama Luzhniki.


Pembangunannya tak lepas dari motif politik masa Uni Soviet
Uni Soviet waktu itu sedang gencar-gencarnya beradu siapa yang paling unggul melawan Amerika Serikat. Segala bidang pun jadi arena pertarungan, termasuk olahraga. Olimpiade Helsinki 1952 jadi ajang pertama atlet-atlet utusan negeri Tirai Besi itu untuk unjuk gigi.


Di luar dugaan, mereka berhasil menempati peringkat kedua perolehan medali dengan 22 emas. Meningkatnya minat menjadi atlet di seluruh negeri membuat pemerintah memutuskan untuk membangun kompleks pelatihan berskala raksasa nan lengkap serta bertaraf internasional. Dimana tujuanya untuk menyaingi pencapaian negara-negara Blok Barat.


Bahan baku pembangunan stadion datang dari seluruh Uni Soviet
Uniknya , bahan baku untuk membangun stadion didatangkan dari seluruh penjuru wilayah Uni Soviet yang waktu itu terdiri dari puluhan republik federasi.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Terkini

Awas! Angka Kasus Covid-19 di 21 Daerah Ini Naik

Senin, 6 Desember 2021 | 07:24 WIB

Erupsi Semeru, Ini Fokus PLN di Kabupaten Lumajang

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:29 WIB
X